Pelatih Ganda Putra PP PBSI Sanjung Mental Juara Hendra/Ahsan

0
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan bersama Herry Iman Pierngadi (via badmintonindonesia.org)

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mencatatkan prestasi luar biasa dengan memboyong gelar All England 2019. Meskipun dalam kondisi tidak seratus persen karena Hendra mengalami cedera betis kanan, namun mereka membuktikan diri layak diperhitungkan di panggung bulutangkis elit dunia.

Di partai final, Hendra/Ahsan mengalahkan pasangan muda Malaysia, Aaron Chia, Soh Wooi Yik, dengan skor 11-21, 21-14, 21-12. Hendra/Ahsan sekaligus mengulang sukses mereka di tahun 2014 lalu

Simak petikan wawancara Badmintonindonesia.org dengan Kepala Pelatih Ganda Putra PP PBSI, Herry Iman Pierngadi, yang mendampingi Hendra/Ahsan dalam pertandingan final.

Apa komentar coach Herry tentang kemenangan Hendra/Ahsan?

Mereka punya mental juara, walaupun kondisinya nggak prima dan ketinggalan di game pertama, memang mental juaranya kelihatan. Pemain Malaysia ‘goyang’ banget, terutama di game ketiga. Di game kedua, lawan masih (memberi perlawanan). Lalu saat mau tersusul, Hendra/Ahsan sempat ‘goyang’, saya bilang, terus dulu, masih bisa. Saat Hendra/Ahsan terus unggul, lawannya ‘goyang’.

Bagaimana perasaan Coach Herry sebelum pertandingan?

Ya sebelum tanding, ada perasaan 50-50 karena kondisi Hendra. Saya tidak tahu apakah dia bisa main atau tidak, kemarin dia bilang, jalan saja pincang. Tadi di pertama walau kalah, tapi nggak parah sekali, di game kedua sudah mau coba, kelihatan dari mukanya Hendra, kepingin cobanya kelihatan.

Bagaimana dengan pasangan Malaysia, jika dibandingkan penampilan di semifinal melawan Fajar (Alfian)/Rian (Ardianto)?

Penampilan lawan lebih bagus kemarin, jauh lebih bagus. Hari ini kondisi fisik mereka sudah menurun. Kedua, mungkin lawannya sama-sama muda, sekarang lawan Hendra/Ahsan, mentalnya terpengaruh, dari pukulannya kelihatan, mengambang, mati sendiri.

Kejadiannya terbalik dengan penampilan pasangan Malaysia kemarin di semifinal, di game pertama mereka masih grogi. Sekarang, di game ketiganya yang grogi. Mungkin ada pressure juga, melihat lawannya sudah cedera, dan mereka kan masih muda, jadi masih belum stabil. Tapi pasangan Malaysia ini masuk kategori pasangan ganda putra yang patut diperhitungkan.

Hendra/Ahsan akan menempati peringkat empat dunia, apa komentar Coach Herry?

Artinya Hendra/Ahsan belum habis. Yang harus ditiru dari Hendra/Ahsan, mereka tidak pernah menyerah. Sebelum poin 21, masih memungkinkan memenangkan pertandingan. Lihat saja, di game pertama kan jauh kalahnya, tapi mereka bisa bangkit, bisa menang, itu memang mental juara. Tapi secara teknik mereka memang lebih di atas, dibanding pemain-pemain di tim ganda putra.

Chrismansyah Prayogo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here