Kerja Keras Pencari Bakat Jaring Pebulutangkis Putri

0
Tim pencari bakat PB Djarum, Yuni Kartika. Foto : Nofik Lukman Hakim

Para pencari bakat masih harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan pebulutangkis handal sektor putri. Dalam setiap penjaringan pubulutangkis junior, minat mengikuti jejak Liliyana Natsir dan kawan-kawan masih tergolong rendah.

Hal ini dirasakan Yuni Kartika yang menjadi tim pencari bakat dalam ajang Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018. Dari sederet kota yang didatangi, jumlah peserta kategori putri masih kalah jauh dibanding peserta kategori putra.

“Memang untuk menjaring pemain putri tidak gampang. Bulutangkis ini terbilang olahraga keras, sehingga bagi putri fisik itu harus kuat,” terang Yuni Kartika di GOR RM Said, Karanganyar, Minggu (5/8/2018) siang.

Dari pengalamannya berbincang dengan para srikandi bulutangkis nasional, rata-rata bulutangkis menjadi pilihan kedua. Oleh para orangtuanya, mereka lebih dulu diarahkan ke minat bakat yang “cewek” banget.

Tekad kuat sang anaklah yang kemudian membuka jalur menuju pebulutangkis profesional. Yuni berharap kedepannya para orang tua memiliki pandangan untuk menjadikan bulutangkis sebagai salah satu jujugan bagi putrinya.

“Memang tidak mudah. Banyak orang tua masih ragu. Biasanya diarahkan ke gambar atau tari dulu,” tutur Yuni. “Untuk kesana (pebulutangkis profesional) tidak hanya kemauan dari sang anak untuk bermain, tapi juga harus ada dukungan penuh dari orangtua,” lanjutnya.

Saat ini, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 memasuki fase terakhir di GOR RM Said, Karanganyar. Dari 871 peserta, hanya tersisa 72 peserta yang terbagi dalam enam kategori berbeda. Sektor putri menyisakan delapan peserta pada usia U-11, U-13 dan U-15.

“Untuk disini hampir berimbang dengan Surabaya. U-13 putra banyak yang bagus. Untuk putri antara U-11 dan U-13 hampir mirip-mirip,” jelas juara Piala Uber 1994 ini.

Sementara itu, Program Associate Bakti Olahraga Abraham Delta Oktaviari mengapresiasi dukungan dari orangtua serta para atlet terhadap atlet-atlet muda yang mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018. Menurutnya, jumlah 871 peserta di Karanganyar merupakan angka tertinggi kedua selama gelaran Audisi Umum 2018.

“Pencapaian ini sangat luar biasa, jauh melampaui angka Audisi Umum setahun sebelumnya yang lebih dari 600 peserta. Artinya, api semangat bulutangkis ini semakin meningkat,” jelasnya.

“Di sisi lain, program Audisi Umum ini sudah melekat dengan para pelatih maupun orangtua dan ditunggu-tunggu oleh pebulutangkis-pebulutangkis muda ini. Oleh karenanya saya yakin, dengan pencapaian ini regenerasi akan terus berjalan. Mata rantai bulutangkis Indonesia akan tetap ada dengan munculnya atlet-atlet muda,” kata Abraham.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here