Kisah Epic Kento Momota, Rebut Gelar World Championships 2018 Usai 15 Bulan Disanksi

0
Kento Momota (via bwfbadminton.com)

From zero to hero. Demikian menjadi gambaran tetap perjalanan karier Kento Momota dalam satu tahun belakangan.

Ajang World Championships 2018 menjadi momen terindah bagi Momota naik ke podium juara. Apalagi, ia sempat menghilang dari kejuaraan selama 15 bulan, buntut dari sanksi yang ia dapat.

Dikutip dari bulutangkis.com, pebulutangkis Jepang itu merupakan andalan bagi negerinya. Momota diharapakan bisa menyumbangkan satu medali emas bagi negerinya pada Olimpiade Rio 2016.

Namun, sebuah kesalahan membuat perjalanan hidup Momota berbuah petaka. Momota bersama teman bulutangkisnya Kenichi Tago, kedapatan bermain judi ilegal.

Tak ada ampun bagi keduanya. Mereka mendapat hukuman yang menguburkan karir masing-masing. Federasi menghukum keduanya tidak bisa mengikuti pertandingan bulutangkis untuk waktu yang ditentukan.

“Ini adalah impian masa kecil saya untuk berkompetisi di Olimpiade, dan dengan melakukan hal yang baik untuk mewujudkannya. Saya berpikir bahwa saya akan dapat memberikan energi dan keberanian kepada orang-orang di Prefektur Fukushima,” ungkap Momota.

Namun, ia enggan terpuruk. Membuka tahun 2018, Momota berhasil mencapai babak perempat final di ajang Swiss Open HSBC BWF World Tour Super 300 2018 HSBC BWF World Tour Super 300 dan German Open 2018.

Kilau sukses mulai terlihat saat Momota naik ke podium juara di ajang Vietnam International Challenge 2018. Berlanjut podium juara menjadi milik Momota di ajang yang lebih bergengsi yaitu Badminton Asia Championships 2018 yang berlangsung di Wuhan, Tiongkok.

Ajang bergengsi pebulutangkis terbaik di kawasan Asia ini menjadi sinyal kembalinya pamor Momota. Di partai final, Momota, berhasil menumbangkan Chen Long di hadapan publiknya sendiri dengan skor meyakinkan 21- 17 dan 21-13.

Sebelum mencapai babak final, Momota sukses menyingkirkan lawan-lawannya Lee Chong Wei (Malaysia), Chou Tien Chien (Taiwan), Shi Yuqi (Tiongkok) dan Nguyen Tien Minh (Vietnam).

Gelar juara kembali diraih Momota pada ajang bergengsi Blibli Indonesia Open 2018 seri HSBC BWF World Tour Super 1000 dengan total hadiah tertinggi sebesar USD 1,250,000. Sepekan sebelumnya, satu gelar terlepas dari tangan Momota pada ajang Malaysia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, di partai final Momota harus mengakui keunggulan andala tuan rumah Lee Chong Wei yang ditaklukkannya di Wuhan.

Puncaknya, Kento Momota berhasil membuktikan dirinya sebagai tunggal putra dunia terbaik saat ini. Di partai final yang berlangsung hari Minggu (5/8) di Nanjing, Tiongkok, Momota kembali memupuskan harapan tuan rumah seperti saat ajang Badminton Asia Championships 2018 di Wuhan.

Momota menaklukkan unggulan tiga, Shi Yuqi yang mendapatkan dukungan penuh publiknya sendiri di Nanjing Youth Olympic Games Sport Park Arena. Momota membungkam Yui dengan skor yang meyakinkan 21-11 dan 21-13. Kemenangan Momota atas Yuqi kemarin tak seberat seperti di laga pertamanya di Wuhan lalu, kala itu Momota harus melewati laga tiga game 21-15, 12-21 dan 21-12.

“Saya berutang kesuksesan saya kepada para pendahulu saya dan banyak orang lain yang telah membantu saya,” kata Momota.

Saat ditanya bagaimana perasaannya saat absen 15 bulan dari turnamen bulutangkis karena menjalani hukuman, Momota pun punya jawaban.

“Ada saat ketika saya pergi dan saya menerima banyak dukungan. Sekarang saya lebih kuat daripada di masa lalu. Saya berterima kasih kepada semua orang yang mendukung saya sebelumnya”

Chrismansyah Prayogo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here