Yuni Kartika: Saya Berharap Tunggal Putri Bisa Cepat Bangkit

0
Tim pencari bakat PB Djarum, Yuni Kartika. Foto : Nofik Lukman Hakim

Perkembangan bulutangkis di Indonesia bisa dibilang memang tengah menanjak, walaupun dari sisi beberapa kategori ada siklus naik turunnya.

Salah satu legenda bulutangkis putri Indonesia. Yuni Kartika mengakui ada permasalah yang terjadi di sektor tunggal putri.

“Saya merasa rantai pembinaan seperti terputus. Zamannya saya dulu ada Vera (verawaty Fajrin), Ivanna (Lie), hingga Susi Susanti. Situasi berbeda dengan ganda putra yang tak pernah putus. Di tunggal putra sedikit terputus, setela Mia Audina memutuskan pindah ke Belanda, dan sejak saat itu seperti terputus mentornya di kelas putri,” terang Yuni Kartika

Dirinya mengakui ketika ada sosok juara dunia yang sukses menjadi mentor di sebuah negara, tentu bisa membuat beberapa atlet junior di belakangnya akan termotivasi untuk bisa mengikuti jejaknya, dan berpotensi besar untuk menyalip peringkat yang sudah diraihnya.

“Kalau dulu saya punya saingan Susi (Susanti) yang jadi juara dunia. Itu jadi motivasi besar untuk mengejar dari sisi permainan. Pasti ada pandangan, kalau mau jadi juara, standarnya harus bisa seperti dia. Kalau sekarang situasinya masih biasa-biasa saja,” tuturnya.

“Orang yang baru-baru itu, tentu ketika bermain bersama atlet yang jauh lebih hebat, pasti tingkat  nyusulnya bsia semakin cepet. Tapi kalau latihannya dengan orang yang biasa-biasa saja, tentu standar perkembangannya progresnya bisa bisa-biasa saja,” terangnya.

Hingga saat ini Indonesia memang memiliki empat sosok berlabel juara dunia. Mulai dari pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di ganda campuran, hingga Kevin Sanjaya/Gideon di kelas ganda.

”Saya lihat Kevin dan Butet itu pantas jadijuara dunia, mereka benar-benar istimewa. Sosok lain yang menurut saya belum ada penggantinya adalah Taufik Hidayat,” ucapnya.

Saat ini ada satu sosok di tunggal putri yang tengah jadi buah bibir. Dia adalah pebulutangkis asal Wonogri, Gregoria Mariska.

“Grego menurut saya bisa untuk masuk ke-10 besar, Jika melihat potensi dan umurnya saat ini. Dia baru mentas dari junior, kalau dari junior dia sudah juara, biasanya bisa berlanjut ke senior. Sebab pesaingnya tentu ada di seumuran dirinya nantinya. Masalah Grego tentu harus punya jam terbang banyak dulu. Di umur segitu sudah tak pikir lagi skill atau mental bertanding, lebih kepada taktik permainan. Jadi harus sudah paham, tipikal luar dalam si calon lawan seperti apa. Kalau bola dia akan kemana sebelum bola itu di pukul, tentu harus sudah bisa menerka,” tuturnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here