Kampiun China Open 2018, Ini Deretan Juara Dunia yang Disingkirkan Anthony Ginting

0
Anthony Sinisuka Ginting (via badmintonindonesia.org)

Perjuangan Anthony Sinisuka Ginting merebut juara China Open 2018 tidaklah mudah. Ia harus melewati sejumlah rintangan berat sejak babak pertama.

Di babak pertama, ia sudah harus menghadapi Lin Dan, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012. Kemudian, ujian berat berikutnya datang dari pemain rangking satu Viktor Axelsen dari Denmark.

Lepas dari Axelsen, Anthony sudah ditunggu Chen Long, pemain tuan rumah yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2018.

Di partai puncak pun tak lantas mudah bagi Anthony. Ia mesti berhadapan dengan Kento Momota, sang Juara Dunia 2018 yang permainannya tengah menanjak.

“Saya bersyukur bisa melewati undian yang berat, kuncinya ya saya cuma berusaha, nggak terbebani. Waktu draw keluar, saya cuma melihat siapa lawan saya di babak pertama, itu saja. Saya fokus pada lawan yang akan saya hadapi besok,” ujar Anthony kepada badmintonindonesia.org.

Menjawab pertanyaan banyak orang mengenai grafik penampilannya yang menanjak, Anthony menyebutkan bahwa ia memang belajar banyak hal. Anthony memetik banyak pelajaran dari ajang Asian Games 2018, dimana ia meraih medali perunggu di perorangan, dan medali perak bersama tim beregu putra.

“Hal paling penting yang saya pelajari adalah dari Asian Games kemarin, saya mencoba untuk lebih menikmati permainan saya di lapangan. Kalau dari segi persiapan, yang paling berpengaruh adalah soal fisik saya,” tutur Anthony.

Dengan hasil ini, Anthony menjadi salah satu penakluk turnamen level 1000 di tahun ini. Di sisi lain, Anthony menjadi salah satu dari deretan pemain muda yang disebut generasi baru di tunggal putra yang perlahan mulai menggeser eksistensi para senior seperti Lin Dan, Chen Long dan Lee Chong Wei.

“Eranya Ginting? Mungkin belum ya, nanti kalau saya sudah bisa konsisten, mungkin bisa. Soal komentar mengenai saya adalah salah satu pemain yang paling bertalenta, saya ucapkan terima kasih, saya tidak tahu mengomentari ini, biar orang yang menilai. Generasi muda tunggal putra saat ini banyak sekali yang bagus, Momota, Axelsen, Shi Yuqi dan masih banyak lagi,” sebut Anthony.

Chrismansyah Prayogo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here