Klopp Warning Comeback AS Roma, Liverpool Bukan Barcelona

0
Pemain Liverpool melakukan selebrasi. Foto: Offiacial Twitter Liverpool

Liverpool menang meyakinkan 5-2 atas AS Roma dalam pertandingan leg 1 semifinal Liga Champions, Rabu (25/4/2018) dini hari. Kemenangan ini memang memudahkan jalan bagi Liverpool untuk lolos ke final. Namun berkaca dari pengalaman Barcelona, Liverpool tidak akan terlena dan mewaspadai comeback AS Roma.

Menjamu AS Roma di Anfield, Liverpool tampil dengan gaya menyerangnya. Mereka berhasil memporak porandakan pertahanan AS Roma. The Reds unggul dua gol di babak pertama. Dua gol ini dicetak oleh pemain  eks Roma, Mohamed Salah.

Pada babak kedua, Liverpool masih melanjutkan dominasinya. Sadio Mane mencetak gol pada menit 56. Kemudian pemain berkebangsaan Brasil, Roberto Firmino pada menit 62 dan 69. Pada menit 75, Jurgen Klopp menarik Mohamed Salah dan digantikan dengan Dany Ings.

Usai Salah ditarik, Roma berhasil mencetak dua gol. Pada menit 81, Edin Dzeko memperkecil ketinggalan. Kemudian AS Roma mendatap kado penalty setelah Milner dianggap melakukan handball. Perotti yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya.

Kemenangan ini membuka peluang lebar bagi Liverpool untuk lolos ke final. Setidaknya Giallorosi harus mencetak kemenangan 3-0 di Olimpico pekan depan. Tetapi The Reds wajib hati-hati, karena AS Roma memiliki pengalaman bagus untuk comeback.

Seperti pada laga perempatfinal melawan Barcelona. Pada waktu itu, Barca menang 4-1 di Camp Nou. Sementara pada leg 2, Barca kalah 0-3 di Olimpico. Pada akhirnya Roma yang melaju ke final karena unggul gol tandang.  Pada laga semifinal ini pun, Roma juga berhasil membuat dua gol tandang.

“Saya belajar malam ini kami masih bisa menang di Roma, mereka harus mencetak gol. Kami bukan Barcelona, ​​mereka adalah salah satu dari dua atau tiga tim terbaik di dunia. Mereka telah memenangkan banyak hal, sedangkan kami tidak. Kami akan bertarung dengan semua yang kami miliki. Ini adalah pertandingan besar, kami harus siap, kami akan mencoba semua yang kami bisa siap untuk itu, “ jelas Klopp dilansir laman klub.

“Anak-anak memainkan permainan brilian dalam waktu yang sangat lama dan bahkan dalam beberapa menit terakhir ketika kami mengakui – Dejan [Lovren] memainkan pertandingan kelas dunia tetapi dia salah menilai bola, biasanya tidak masalah jika full-back berada di posisi yang tepat, “ lanjutnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here