Pelatih AS Roma: Kami Tak Butuh Keajaiban, Tapi Keyakinan Lolos Final

0
Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco. Foto: Twitter AS Roma

AS Roma menelan kekalahan 2-5 dari Liverpool dalam pertandingan leg 1 semifinal Liga Champions, Rabu (25/4/2018) dini hari. Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco menyatakan bahwa semifinal belum berakhir. Ia masih yakin jika timnya bisa lolos ke final.

Menjamu AS Roma di Anfield, Liverpool tampil dengan gaya menyerangnya. Mereka berhasil memporak porandakan pertahanan AS Roma. The Reds unggul dua gol di babak pertama. Dua gol ini dicetak oleh pemain  eks Roma, Mohamed Salah.

Pada babak kedua, Liverpool masih melanjutkan dominasinya. Sadio Mane mencetak gol pada menit 56. Kemudian pemain berkebangsaan Brasil, Roberto Firmino pada menit 62 dan 69. Pada menit 75, Jurgen Klopp menarik Mohamed Salah dan digantikan dengan Dany Ings.

Usai Salah ditarik, Roma berhasil mencetak dua gol. Pada menit 81, Edin Dzeko memperkecil ketinggalan. Kemudian AS Roma mendatap kado penalty setelah Milner dianggap melakukan handball. Perotti yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya.

Eusebio Di Francesco menyoroti sikapnya  timnya yang  menyerah pada paruh babak kedua. Ia kecewa dengan cara timnya gagal memenangkan cukup banyak pertempuran di lini tengah. Eks pemain AS Roma ini marah lantaran harus kemasukan tiga gol dalam waktu 13 menit.

“Kami mulai kehilangan terlalu banyak duel dan kehilangan bentuk terbaik kami setelah gol pertama. Kami tidak membaca permainan seperti yang seharusnya kami lakukan dan kami tidak memiliki kualitas. Say tidak suka bahwa kami menyerah selama babak kedua. Kami mengontrol 20-25 menit pertama tetapi kemudian kami mulai kehilangan terlalu banyak duel, “ kata Eusebio dilansir Soccerway.

Awal suram Roma di babak kedua diperparah ketika Di Francesco terlihat marah-marah dengan gelandang Radja Nainggolan dan Kevin Strootman. Ia menjelaskan bahwa para pemainnya telah salah menerapkan instruksinya, mendorong mereka untuk mengatur sistem yang berbeda.

“Ada kesalahpahaman dengan penggantian, saya meminta mereka bermain 4-3-3 dan mereka bermain 4-2-3-1. Apa yang saya tidak harapkan adalah mengakui begitu banyak gol satu demi satu di babak kedua.  Kami memberikan terlalu banyak bola kepada mereka, “ ujarnya.

Kemenangan ini membuka peluang lebar bagi Liverpool untuk lolos ke final. Setidaknya Giallorosi harus mencetak kemenangan 3-0 di Olimpico pekan depan. Tetapi The Reds wajib hati-hati, karena AS Roma memiliki pengalaman bagus untuk comeback saat lawan Barca di perempatfinal Liga Champions.

“Kami tidak butuh keajaiban, kami hanya perlu keyakinan seperti melawan Barcelona dan fans kami akan ada di sana mendukung kami. Ini adalah semifinal Liga Champions pertama bagi Roma dalam tiga dekade, kami tidak terbiasa. Tapi izinkan saya mengingatkan Anda: pertandingan belum berakhir. Siapa pun yang tidak percaya akan comeback bisa tetap di rumah, “ tegasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here