Pelatih Munchen: Sulit Membayangkan Wenger Melatih Klub Lain

0
Arsene Wenger di awal-awal masa kepelatihannya di Arsenal. Foto: Official Twitter Arsenal

Arsene Wenger menyatakan meninggalkan Arsenal di akhir musim pada Jumat (20/4/2018). Keputusannya ini menimbulkan reaksi yang beragam. Pelatih Bayern Munchen, Jupp Heynckess mengatakan dirinya tidak dapat membayangkan Arsene Wenger akan melanjutkan kariernya di klub

Pelatih berkebangsaan Perancis ini datang ke Arsenal sejak tahun 1996. Ia berhasil memenangkan 10  trofi mayor yaitu tiga Liga Premier dan tujuh trofi PIala FA.  Wenger adalah seorang revolusioner Arsenal. Ia membantu mengantarkan era baru hiper-profesionalisme Arsenal di Liga Premier.

Sayang dalam satu dekade terakhir, ia mendapatkan sorotan lantaran tak kunjung meraih trofi LIga Premier lagi sejak 2003/2004. Belum lagi ketidakbisaannya untuk memboyong trofi Liga Champions. Arsenal lebih sering mentok di babak 16 Besar Liga Champions.

Bagi Jupp Heynckes yang saat ini sedang menikmati masa-masa terakhirnya di Bayern Munchen memberikan pujian untuk Wenger. Jupp Heynckes adalah salah satu dari sangat sedikit orang yang menjadi senior Wenger dan masih terlibat dalam sepakbola Eropa.

“Pertama-tama Anda harus mengatakan ia telah menyelesaikan karir yang luar biasa sebagai pelatih, di Perancis dan di Inggris. Dia mencapai banyak keberhasilan dan timnya memainkan sepakbola yang menarik. Dia adalah salah satu manajer top di sepakbola Eropa, “ kata Jupp dilansir Soccerway.

“Saya pikir dia mungkin bisa mendapatkan pekerjaan sebagai manajer [direktur sepakbola], tetapi dia juga bisa kembali sebagai pelatih tim lain. Aku tidak tahu apakah dia ingin melakukan ini lagi, aku tidak bisa membayangkan ini. Sebenarnya, dia tidak membutuhkan ini lagi. Dia memiliki karier yang luar biasa, “ lanjuta Jupp yang berhasil memberikan treble untuk Munchen pada tahun 2013 lalu.

Arsenal berada di urutan keenam di Liga Primer. Satu-satu harapan yang tersisa adalah memenangkan trofi Liga Europa dan memberikan penerusnya tiket LIga Champions.  Mereka menjamu tim favorit juara Liga Europa, Atletico Madrid di leg pertama semifinal pekan depan.

“Dengan filosofinya, gaya permainannya dan gaya kepemimpinannya, dia telah mempengaruhi sepakbola Inggris dengan cara yang sangat positif.  Tetapi dalam politik dan olahraga – ketika Anda menjadi tua suatu hari nanti, ini juga akan menjadi masalah bagi Anda – Anda harus mengatakan, ‘itu sudah cukup’, kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here