Borong Eks Liga 1, Seberapa Kuat Pendanaan Bogor FC?

0
Logo Bogor FC.

Bogor FC menjadi tim kasta kedua paling aktif pada awal tahun ini. Laskar Kujang mengklaim sudah mengontrak 22 pemain yang disebut akan jadi Los Galacticos Liga 2 2019.

Per Selasa (29/1/2019) pukul 11.00 WIB, sudah ada sepuluh pemain yang diumumkan. Mayoritas di antaranya sudah pernah membela klub Liga 1. Mulai Ade Suhendra, Gusti Rustiawan, M Agung Pribadi, Rudiyana, Tedi Berlian hingga Ngurah Nanak.

Bogor FC juga akan dibesut pelatih asal Montenegro, Vladimir Vujovic. Eks pemain Persib Bandung dan Bhayangkara FC tersebut mengantongi lisensi B UEFA. Ia akan didampingi pelatih lisensi A AFC, Yusup Prasetiyo.

Sebagai tim promosi, langkah Bogor FC terbilang berani. Apalagi sebagai klub seumur jagung, Bogor FC belum memiliki basis suporter besar. Artinya, pendapatan tiket pertandingan kandang belum bisa jadi pegangan pendanaan.

Kepada KAMPIUN.ID, Chief Executive Officer (CEO) Bogor FC, Effendi Syahputra menceritakan tentang langkah gila-gilaan ini. Pihaknya berani menjamin bahwa keuangan klub cukup aman untuk mengontrak deretan eks Liga 1.

“Kita ambil pemain tentu sudah ada perhitungan anggarannya. Bukan sekadar mikir beban DP (down payment) di awal kontrak, kemudian kewalahan bayar gaji per bulannya. Manajemen sudah siapkan anggaran demi promosi ke Liga 1,” terang Effendi.

Ketika KAMPIUN.ID menyebut angka Rp 10 Miliar yang biasa digelontorkan klub papan atas Liga 2, Effendi tidak mengiyakan, juga tidak membantah. Namun dirinya memprediksi angka Rp 10 Miliar berpeluang terlewati.

“Kalau segitu (Rp 10 Miliar) kemungkinan ada. Tapi sekarang kita belum bisa merinci. Kan kompetisi belum tahu berapa lama durasinya, formatnya dan lain-lain,” tuturnya.

Sebagai klub baru, Bogor FC ingin mengikuti kesuksesan Bali United. Pada 2015 lalu, Bali United yang baru bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar langsung mendatangkan pemain-pemain top. Ada Indra Sjafri serta tim pelatih dan pemain Timnas U-19, ditambah Bayu Gatra, Lerby Eliandri hingga Sultan Samma.

Langkah itu kemudian berefek positif pada animo penonton. Perlahan masyarakat Bali mulai memberikan dukungan, setelah Persegi Gianyar dan Perseden Denpasar meredup.

Tak heran jika dua musim terakhir, jumlah penonton Bali United selalu masuk lima besar Liga 1. Musim lalu manajemen Bali United juga bekerja sama dengan 25 sponsor.

Bogor FC pun tak kalah mentereng. Pada jersey Liga 3 2018, ada sponsor-sponsor kakap, seperti Go-Jek, Achilles, Smartfren, Corsa, ycabfoundation, Ascend, Rancamaya Estate hingga Oasis. Kini tinggal menanti akankah Bogor FC didukung ribuan suporter musim depan.

“Untuk mendatangkan dukungan, tentu kita butuh prestasi. Kalau kemarin di Liga 3 kita pakai pemain level Liga 2, sekarang di Liga 2 pakainya level Liga 1. Semoga musim ini prestasi bisa kita persembahkan untuk Bogor lagi,” tutur Effendi.

“Yang jelas langkah Satgas Antimafia Bola membuat kami semakin berani belanja pemain. Kami yakin praktik-praktik pengaturan skor itu tidak terjadi di 2019. Kompetisi akan berjalan fair. Makanya kita harus punya tim berkualitas agar berprestasi,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here