Johor Pernah Keok Dua Kali dari Klub Indonesia di Solo

0
Skuad Johor Darul Ta'zim saat beruji coba dengan Mitra Kukar. Foto: Official tim Johor.

MALAYSIA – Klub Liga 1 2018, yang jadi liga profesional di Liga Indonesia yakni Mitra Kukar harus mengakui kehebatan peserta Liga Malaysia yakni Johor Darul Ta’zim (JDT). Dalam laga di Stadion Tan Sri Dato’ Haji Hassan Yunos, Larkin, Johor Bahru, Malaysia (7/1/2018), Mitra Kukar kalah empat gol tanpa balas dari JDT.

Kegagalan ini membuat manajeman Mitra Kukar berencana menggelar laga kedua dengan JDT pada 10 Januari mendatang. tim Indonesia lainnya yakni Persija Jakarta juga akan bertemu tim. Pada Piala AFC 2018 grup H, JDT tergabung bersama Persija Jakarta (Indonesia), Song Lam Nghe An (vietnam, dan Tampines Rovers (Singapura).

Prestasi JDT memang tengah meroket. Di tahun 2015 tim ini mencatat sejarah dengan sukses menjuarai Piala AFC 2015. JDT saat itu mengangkat trofi Piala AFC 2015 seusai mengalahkan wakil Tajikistan,  Istiklol 1-0 pada final di Central Republican Stadium, Dushanbe, Tajikistan, Sabtu (31/10/2015).

Tim inipun memiliki sejarah yang cukup panjang di persepakbolaan Malaysia. Tim ini dibentuk pada tanggal 29 Desember 1955, yang awalnya berbasis di Kluang, Johor, dengan nama asli Persatuan Bolasepak Negeri Johor (PBNJ).

Di kompetisi lokal, tim inimencatatkan diri pernah menjadi juara di Piala Malaysia pada tahun 1985 dan 1991, juara Piala Razak pada tahun 1983, dan memenangkan Piala FA pertama di tahun 1998.  Ditambah dua Piala FAM berturut-turut pada tahun 1994 dan 1995, diraih tim ini. Termasuk memenangkan gelar pertama Liga Primer Malaysia pada tahun 2001 silam.

Tapi siapa sangka, dua tim besar di Kota Solo, sempat membuat pilu tim ini pada 24 tahun silam. Kala itu Johor kalah dua kali di Stadion Sriwedari, saat melawan Arseto Solo dan Persis Solo.

Ini jelas bukan momen pertama tim Liga Malaysia datang ke Kota Solo. Di tahun 1994, tim Johor Bahru juga sempat menjajal kekuatan tim dari Solo. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Sriwedari (4/9/1994) tersebut, Johor menyerah dengan skor tipis 3-2 kala bertemu Persis. Hasil ini jadi kekalahan kedua Johor, setelah sehari sebelumnya tim dibantai oleh klub Arseto Solo dengan skor 3-1.

”Saat itu permainan mereka bagus-bagus, tapi kami (pemain Persis) bermain sangat lebih solid. Dari segi skill sepertinya sama, mungkin hanya komunikasi antar lini mereka yang terorganisir dengan cukup baik,” beber Yanis Budi Ucok, pemain Persis Solo yang bermain melawan Johor di tahun 1994 kepada KAMPIUN.ID.

Jaladwara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here