Sanksi PSIM Jogja dan PSS Sleman Berpeluang Berubah

0
Oknum suporter saat merusak advertorial board serta jaring gawang sisi selatan, dalam laga PSIM Jogja lawan PS TIRA di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (11/12/2018). Foto : Richie Setiawan

PSSI akan meninjau ulang sejumlah sanksi yang diputuskan komite disiplin (Komdis) PSSI pada kompetisi musim lalu. Hal ini merupakan salah satu usulan para voters saat kongres tahunan PSSI di Bali, Minggu (20/1/2019).

Komdis PSSI menuai banyak keluhan pada musim lalu. Komite tersebut dinilai terlalu mudah dalam memberikan hukuman. Sanksi yang diberikan pun memberatkan klub, terutama bila menyangkut masalah laga tanpa penonton.

Laga tanpa penonton begitu memberatkan lantaran kebanyakan klub masih bergantung pada hasil penjualan tiket. Praktis hukuman itu sangat berpeluang mengganggu stabilitas keuangan tim.

Ada banyak sanksi yang akan ditinjau ulang. Tak menutup kemungkinan sanksi yang dijatuhkan kepada dua klub asal DIY, PSIM Jogja dan PSS Sleman. Kedua tim ini akan mengawali musim depan dengan hukuman tanpa penonton.

PSIM Jogja dihukum lima laga tanpa penonton lantaran kericuhan saat partai lawan PS TIRA, 11 Desember 2018. Pada laga babak 64 besar Piala Indonesia, oknum suporter Laskar Mataram merangsek masuk lapangan, hingga laga terpaksa dihentikan.

Sementara PSS Sleman kena denda Rp 150 Juta serta dua laga tanpa penonton. Sanksi itu dijatuhkan Komdis PSSI lantaran suporter PSS Sleman menyalakan flare saat final Liga 2 2018. Asap yang keluar dari flare membuat laga puncak kasta kedua sempat dihentikan.

Sekretaris PSIM Jogja, Jarot Sri Kastawa mengatakan, para peserta mengusulkan dilakukannya pergantian anggota Komdis PSSI. Sanksi yang dijatuhkan musim lalu pun akan ditinjau ulang.

“Usulan dari klub ini akan dibahas dalam tim yang dibentuk Exco PSSI Gusti Randa. Akan ditinjau ulang lagi keputusan Komdis dan Komding, karena banyak klub yang mengeluh,” terang Jarot yang menjadi perwakilan PSIM, saat dihubungi KAMPIUN.ID, Senin (21/1/2019).

“Peserta juga mengusulkan orang-orang dalam badan peradilan, dalam hal ini Komdis dan Komding, diganti semua,” imbuhnya.

Bagi Jarot, sanksi lima laga tanpa penonton sangat berat. Apalagi potensi penjualan tiket dari lima laga begitu besar. Dana itu bisa digunakan untuk membiayai kebutuhan mengikuti kompetisi Liga 2 2019.

“Jelas sanksi itu membebani kita. Harapannya sanksi untuk kita juga termasuk yang ditinjau ulang,” pungkasnya.

Gusti Randa kepada sejumlah media juga membenarkan soal tuntutan dari para peserta Kongres PSSI, terutama kontestan Liga 1 dan Liga 2. Ia mengakui ada banyak klub yang merasa dirugikan atas keputusan Komdis PSSI.

Soal restrukturi Komdis akan dibahas dalam rapat komite eksekutif PSSI yang paling lambat digelar dua pekan setelah pelaksanaan kongres tahunan PSSI.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here