Bonek Pecahkan Rekor Kehadiran di Stadion Manahan

0
PAra suporter Persebaya Surabaya yang hadir di Stadion Manahan Solo, Sabtu (3/2/2018). Foto : Richie Setiawan

SOLO – Pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSMS Medan ternyata banyak mengundang cerita menarik. Jika dari sisi hasil, jelas Persebaya harus mengakui lawannya tersebut dengan kekalahan adu penaldi 6-7 (3-3 di babak normal), dalam babak 8 besar Piala Presiden 2018.

Namun laga di Stadion Manahan itu ternyata memunculkan banyak catatan manis untuk Bonek secara khusus. Jumlah anggota pendukung Persebaya tersebut memecahkan rekor dari catatan sebelumnya. Tak banyak memang Persebaya bertanding di kandang Persis Solo tersebut.

Musim 2013, Persebaya versi Liga Indonesia (sekarang Bhayangkara FC) sempat menikmati tangga juara di Stadion Manahan saat itu. Dalam laga melawan Perseru Serui (14/9/2013) tersebut, Persebaya menang denagn skor 2-0.

Bonek yang datang di final ini bahkan mencapai sekitar 8000 orang. Sebagain besar Bonek menempati tribun selatan, dan timur (B7 dan B8). Momen sebelumnya, yakni Divisi Utama 2011, dan 2007, Bonek dilarang hadir dilaga Persebaya, karena masalah perizinan panpel.

Tapi apa yang terlihat di Manahan kemarin, ternyata cukup mengejutkan. Pendukung Persebaya yang hadir bisa dikira-kira ada sekitar 80 persen kapasitas stadion yang dihadiri penonton, itupun sebagian besar memang adalah seorang Bonek.

Jumlah itu belum termasuk ribuan Bonek yang harus pasrah tak bisa melihat langsung pertandingan, karena kehabisan tiket. Jika sedikt dikira-kira, besar kemungkinan jumlah Bonek yang datang lebih dari 18 ribu massa.

Panpel pertandingan sendiri menangguk untung dengan banyaknya Bonek yang hadir di Stadion Manahan Solo mendukung langsung Persebaya berlaga. Dalam laga perempat final Piala Presiden melawan PSMS Medan, sebanyak 21.184 tiket terjual. Mayoritas tiket dibeli Bonek yang menguasai hampir seluruh tribun stadion.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruar Sirait, mengumumkan langsung jumlah tiket terjual dan pendapatan panpel saat water break babak kedua. Sementara pendapatan dari tiket sebesar Rp 737.870.000.

Bonek yang datang ke stadion lebih dari jumlah tiket yang dijual. Banyak dari mereka yang tidak kebagian tiket sehingga terpaksa harus mendukung Persebaya dari luar stadion.

Meski ada upaya segelintir Bonek yang tidak punya tiket yang berusaha membobol pintu stadion, suasana sebelum dan sesudah pertandingan berlangsung aman dan tidak ada insiden berarti.

Pun ketika Persebaya harus kalah lewat adu penalti, Bonek tetap sportif dan tidak melakukan kerusuhan. Ribuan Bonek langsung pulang ke daerah asalnya menggunakan kendaraan pribadi dan angkutan umum.

jaladwara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here