Buku Soal Sepakbola Indonesia Yang Patut Dikoleksi dan Jadi Refrensi

0

JOGJA – Sepakbola tentu jadi sebuah komoditas utama yang dipantau banyak orang. Mulai dari  yang fans berat, sekedar suka, sebatas tay atau hanya mengerti cara main olahraga ini.

Diluar sisi ini, ternyata malah membuat wartawan hingga penulis menelurkan banyak tulisan tentang sepakbola dengan sudut pandang yang berbeda-beda.

Beberapa tahun terakhir banyak buku tentang sepakbola muncul. Sebagian besar diterbitkan oleh penerbit dari Jogja maupun Bandung.

Berikut buku-buku yang wajib dikoleksi para penikmat sepakbola, menurut versi KAMPIUN.ID. Berikut referensinya:

SEPAKBOLA 2.0 (2015)

Buku ini merupakan proyek kreatif yang melibatkan 20 penulis, yang didukung oleh 67 orang yang membantu mewujudkan buku ini melalui crowdfunding yang dilakukan oleh Fandom.

Secara perilaku, kurang gila apa sih orang Indonesia pada sepak bola? Jawabannya mungkin satu: kurang menggilai buku-buku sepak bola. Lha gimana kurang gila kalau literaturnya pun memang tak banyak. Maka ketika ada orang-orang kita yang mau membukukan pikiran-pikirannya tentang sepak bola—seperti yang dilakukan Fandom ini—, barangkali itu sebuah kegilaan tersendiri agar sepak bola tak sekadar cuap-cuap belaka, yang membuat mulut berbusa saat memperbincangkannya, tapi busa itu lalu mengering begitu saja dan setiap kegilaan pikiran sepak bola itu menjadi tak pernah terdokumentasikan,” tulis Andi A. Sururi, Redaktur Olahraga Detik.com dalam testimoninya tentang buku ini.

PERSIB UNDERCOVER (2014)

Buku ini ditulis oleh dua penulis handal di Indonesia, yang akrab dengan tulisan berbau sejarah. Aqwam Fiazmi Hanifan dikenal sebagai penulis di Pandit Football hingga Jawa Pos. Dirinya berkolaborasi dengan Novan Herfiyana yang dikenal sebagai salah satu pengisi data di RSSSF.

Buku ini memang cocok untuk jadi referensi utama, khususnya bagi mereka yang ingin tahu perjuangan sejarah perjalanan Persib Bandung dari sudut pandang berbeda.

Buku keluaran 2014 terbitan 3 Buku tersebut menceritakan beberapa topik pembahasan. Mulai dari perjalanan dramatis di musim 1937, hingga final perserikatan di tahun-tahun 1961, 1983, dan 1985 yang penuh dengan kisah-kisah menarik.

MERAYAKAN SEPAKBOLA (2017)

Sosok dosen komunikasi asal Jogja, Fajar Junaedi yang lebih akrab disapa FajarJun, jelas cukup produktif mencetak buku. Bahkan beberapa bukunya berisi tentang pembahasan sepakbola.

Dirinya sempat menerbitkan buku tentang Bonek, bahkan tulisannya sempat terselip dalam sebuah buku sejarah Pasoepati yang ditulis oleh salah satu anggota Pasoepati Campus, yakni Devi Fitroh Laily.

FajarJun memang cukup akrab dengan dunia sepakbola. Kecintaan itupulalah yang membuatnya menulis cukup banyak buku tentang sepakbola, termasuk buku berjudul “Merayakan Sepakbola” yang diterbitkan dalam dua jilid.

“Dukungan sepakbola itu seperti perjalanan kultur, dan kultur yang saya rekam itulah yang saya ceritakan,” beber FajarJun.

JAS MERAH (2014)

Buku terbitan koran Bola ini memang sangat pantas dijadikan referensi mereka yang ingin paham sejarah sepakbola, termasuk perkembangannya.

Banyak hal-hal menarik yang dijabarkan oleh tim redaksi Bola, yang membahas soal poin-poin penting dalam sejarah sepakbola Indonesia.

Mulai dari cerita persaingan PSSI dengan NIVB, hingga kesuksesan Timnas U-19 di Piala AFF U-19 2013 yang cukup fenomenal.

SOERATIN SOSROSOEGONDO (2014)

Jika ditanya siapa pendiri PSSI? pasti di luar kepala nama Soeratin akan dengan cukup mudah diucapkan. Namun ketika ditanya seperti apa perjuangan dirinya membangun PSSI di awal-awal pembentukannya.

SEPAKBOLA THE INDONESIAN WAY OF LIFE (2017)

Pengalaman Antony Sutton, pria asal Inggris selama 15 tahun menikmati sepak bola Indonesia, ternyata sukses terangkum  dalam sebuah buku berjudul, Sepakbola The Indonesian Way of Life.

Dalam buku setebal 265 halaman ini, Sutton menuliskan seluruh pengalaman yang ia alami terkait sepak bola tanah air dari sudut pandang murni sebagai suporter yang menggilai sepak bola. Ia mengisahkan bagaimana ia berpindah dari satu kota ke kota lain. Berkunjung ke stadion demi stadion. Hanya untuk menikmati sebuah pertandingan sepak bola.

Sutton menceritakan bagaimana petualangannya menonton banyak tim-tim di Indonesia. Ia menceritakan bagaimana pengalamannya menumpang bus The Jakmania, penggemar Persija, yang berangkat ke Karawang mendukung timnya berhadapan dengan Pelita Jaya.

Sutton juga mengisahkan pengalamannya ketika menyaksikan secara langsung partai el classico Indonesia, Persib Bandung lawan Persija Jakarta.

Jaladwara

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here