Dejan Antonic Bicara Soal Suporter, Medsos dan UEFA Pro

0
Pelatih Madura United, Dejan Antonic saat memimpin latihan di Lapangan AAU Yogyakarta. Foto : Nofik Lukman Hakim

Pelatih Madura United Dejan Antonic begitu gemar memanfaatkan media sosial. Bukan sekadar share mengenai aktivitas sebagai pelatih, Dejan tak ragu untuk membalas setiap pesan dari suporter Laskar Sape Kerap.

Tak banyak pelatih yang seaktif Dejan di dunia maya. Biasanya, pelatih menghindari media sosial karena kritikan pedas dari para netizen. Tak jarang hujatan langsung memenuhi media sosial ketika klub yang dia latih mendapatkan hasil buruk.

Dejan punya pendapat tersendiri mengenai aktivitasnya. Dia mengaku sering membalas setiap mention yang masuk, sebagai penghargaan atas perhatian para suporter. Dia senang berbagi informasi mengenai situasi tim atau aktivitas dalam sepak bola.

“Saya senang melakukan itu, karena mereka ada respek sama saya. Selama pesannya positif, atau memberikan masukan yang bagus, saya pasti balas. Tapi kadang ada juga yang ngomong jelek, tidak saya balas,” kata Dejan kepada KAMPIUN.ID, Kamis (14/3/2019) sore.

Dejan bukan saja membalas pesan dari netizen di akun instagram pribadinya. Ketika ada netizen yang tag akun pribadinya di instagram Madura United atau akun lain, Dejan kerap membalas.

Salah satunya saat akun danahidayat18 meminta agar Abimanyu dimainkan serta ada evaluasi untuk Dane Milovanovic yang disebut banyak melakukan kesalahan dan pelanggaran keras.

Komentar itu ada dalam salah satu postingan akun instagram Madura United. Dejan kemudian mengucapkan terima kasih atas masukan itu.

Begitu pula ketika akun Adtyaa12 menyebut performa Dane kurang maksimal. Dejan kemudian membalas “Pasti lebih bagus nanti teman. Kita semua harus percaya dan bantu Batman (Dane),” balas Dejan.

Ternyata, apa yang dilakukan Dejan bukan sembarangan ilmu. Aktivitas di media sosial, berkomunikasi dengan suporter dan sigap dalam menghadapi media merupakan salah satu hal yang dipelajari dalam kursus UEFA Pro. Dejan mengaku banyak belajar saat menjalani kursus kepelatihan tertinggi di Eropa tersebut.

“Itu aspek penting di UEFA Pro. Komunikasi sama suporter, sama pelatih lain atau media sosial. Tentu saya bisa belajar banyak dari itu. 2-3 tahun ini saya sudah berbeda jauh. Sejauh ini bisa jalan seperti apa yang saya mau,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here