Persiraja Banda Aceh Pertanyakan Kebijakan Panitia Piala Presiden

0
Selebrasi Husnuzhon bersama penggawa Persiraja saat menjebol gawang Persita Tangerang dalam lanjutan babak 8 besar Liga 2 2018 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Senin (5/11/2018). Foto : Media Officer Persiraja

Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam ternyata merasa bingung dengan cara Panitia Piala Presiden dalam menentukan peserta.

pihaknya menganggap kriterianya sedikit membingungkan dan terkesan mengabaikan hal-hal lainnya.

Pengusaha Muda kelahiran Leupung, Aceh Besar ini mengungkapkan kalau tahun lalu, PSPS Pekanbaru yang berada di peringkat 6 babak 8 besar Liga 2 diundang dan bisa ikut piala presiden. Sementara semua tim degradasi dari liga 1 tidak diundang, artinya tidak bisa ikut.

“Tahun ini peserta 20 tim, dari liga 1 sudah 18, harusnya dua lagi kan tim Liga 2 di peringkat terbaik. Kalau peringkat keempatnya adalah Persita, maka peringkat kelima adalah Persiraja, mengingat Persiraja adalah peringkat ketiga terbaik dari tim-tim lain di delapan besar Liga 2 musim lalu,” kata Nazaruddin Dek Gam yang dilansir dari situs resmi klub.

Anehnya panitia malah membuat aturan baru, yaitu tim degradasi dengan nilai terbaik. Situasi ini membuat salah satu tim degradasi bisa ikut, yakni yang dipilih adalah Mitra Kukar.

“Jadi Indikatornya harus jelas, ukuran yang dipakai,” sambung Dek Gam kesal.

Seharusnya, kata Dek Gam, Piala Presiden itu harusnya diikuti oleh Tim dari Sabang sampai Marauke, dan Aceh adalah masih bagian dari Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here