Bagaimana PSS Sleman Bisa Belanja Gila-gilaan ?

0
Brigata Curva Sud (BCS) selalu memadati Stadion Maguwoharjo Sleman setiap laga kandang maupun tandang PSS Sleman. Foto : Richie Setiawan

SLEMAN – PSS Sleman tak henti-hentinya menghadirkan sensasi menatap Liga 2 2018. Cristian Gonzales, penyerang naturalisasi berusia 41 tahun ini akan melengkapi skuad besutan Herry Kiswanto.

Gonzales sudah 99,99 persen menjadi pemain PSS. Bila berjalan sesuai rencana, Gonzales akan diperkenalkan dihadapan fans Elang Jawa saat launching tim di Stadion Maguwoharjo Sleman, Sabtu (14/4/2018) mulai pukul 18.00 WIB.

Gonzales akan mengenakan nomor punggung 10. Walaupun selama ini belum ada keterbukaan informasi terkait nominal nilai kontrak dalam semusim, sudah bisa dipastikan Gonzales akan menjadi pemain termahal Liga 2 2018. Bahkan bisa jadi Gonzales merupakan pemain lokal termahal dalam sejarah kompetisi strata kedua di Indonesia.

Gonzales bukan satu-satunya bintang yang didatangkan PSS. Bila melihat skuad musim ini, PSS banyak mendatangkan pemain yang musim lalu berkiprah di Liga 1. Mulai Adi Nugroho, Tambun Naibaho (Semen Padang), Yoewanto Stya Beny, Yudi Khoirudin, Ilham Irhas (Persiba Balikpapan), Sahrul Kurniawan (Bhayangkara FC).

Belum lagi I Made Adi Wirahadi (PSMS Medan), Ega Rizky (PSCS Cilacap), Thaufan Hidayat, Rangga Muslim (Persebaya Surabaya), Rival Lastori (PSIS Semarang), Yericho Christiantoko (Kalteng Putra) dan sederet pilar musim lalu. Termasuk yang terbaru memulangkan Bagus Nirwanto dari Borneo FC. PSS Sleman tentu membutuhkan dana yang sangat besar.

Cristian Gonzales. Grafis : Muhammad Yusni Huda

Ada empat sponsor yang akan menempel di jersey PSS Sleman. Mulai Indomie, Corsa, Gojek dan Torabika. Empat sponsor itu memberikan dana cukup besar. Ada peningkatan dibanding musim lalu. Namun empat sponsor itu nyatanya belum menopang seluruh kebutuhan Elang Jawa.

“Nilai sponsor sudah cukup bagus. Ada kenaikan dari musim lalu. Tapi memang belum bisa menutup anggaran belanja tim. Masih dibawah 50 persen,” terang Asisten Manajer PSS Sleman, Dewanto Rahadmoyo saat berbincang dengan KAMPIUN.ID, Kamis (12/4/2018) sore.

Sumber pemasukan lainnya ialah pendapatan dari tiket pertandingan kandang. Pada musim lalu, PSS Sleman menjadi tim dengan pendapatan kandang terbanyak. Pendapatan kotor setiap pertandingan lebih dari Rp 500 Juta.

Diantaranya melawan PSGC Ciamis (Rp 827 Juta), Persibangga Purbalingga (Rp 600 Juta), Persip Pekalongan (Rp 785 Juta) dan Cilegon United (Rp 830 Juta).

“Benar, tiket pertandingan kandang masih jadi sumber pendapatan terbesar. Kami berharap musim ini penjualan tiket kembali maksimal, agar bisa menopang kebutuhan tim,” lanjut Dewanto.

Brigata Curva Sud (BCS) saat mendukung tim kesayangannya dalam laga uji coba melawan Bali United, beberapa waktu lalu. Foto : Official BCSxPSS

Selain dua faktor itu, PSS Sleman juga masih memiliki sumber pendapatan dari penjualan merchandise. Lagi-lagi, penjualan jersey PSS Sleman juga salah satu yang terbesar di kompetisi strata kedua musim lalu, selain Persebaya Surabaya.

Belum lagi keberadaan pemilik Jogja City Mall yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada, Soekeno. Jadi dengan sumber pendapatan yang begitu bagus, tak heran PSS Sleman berani belanja gila-gilaan menyambut Liga 2 2018.

Musim ini diharapkan menjadi titik balik PSS Sleman, setelah musim lalu terhenti di babak 16 besar. PSS Sleman yang masuk grup timur dijagokan menjadi juara musim ini.

“Kami sudah siapkan semuanya. Dari jajaran tim juga sudah siap. Kami sudah siap menyambut Liga 2 2018. Tidak masalah mau berada di grup barat maupun timur,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here