Ambisi Besar Bogor FC Jadi Klub Berprestasi di Indonesia

0
Logo Bogor FC. Grafis : Jaladwara

Bogor FC menjadi salah satu klub yang diperbincangkan di Indonesia, khususnya wilayah Jawa Barat. Sebagai klub baru dengan pengelolaan profesional, Laskar Kujang berambisi menjadi klub berprestasi di Indonesia.

Bogor FC merupakan klub yang dimiliki advokat, Effendy Syahputra. Klub ini bukanlah klub yang baru saja didirikan. Lebih tepatnya klub yang berganti wajah. Tak disebutnya secara detail tim mana yang diakuisisi.

Namun yang jelas klub ini merupakan satu dari 40 klub yang musim lalu terdegradasi dari Liga 2. Karena itulah Bogor FC memulai Liga 3 musim ini bukan dari zona Jawa Barat. Melainkan langsung bertarung pada babak pendahuluan yang diperuntukan untuk klub-klub degradasi Liga 2 2017.

“Kalau disebut akuisisi sebenarnya kurang tepat. Karena tim yang berganti nama jadi Bogor FC ini sebenarnya juga punya saya sendiri. Cuma untuk sekarang tidak bisa saya sebutkan nama klubnya itu apa. Yang jelas pergantian nama ini sudah disahkan PSSI pada 6 Februari lalu,” terang Chief Executive Officer (CEO) Bogor FC, Effendy Syahputra di Hotel Ibis Solo, Senin (28/5/2018) siang.

“Bukti bahwa klub ini sudah disahkan PSSI adalah nama Bogor FC sudah masuk dalam undian Piala Indonesia. Kami masuk zona 5 bersama Persija Jakarta. Fase pertama kita akan melawan Persika Karawang,” tuturnya.

Sebagai klub baru, Bogor FC terbilang spesial. Mereka akan menjadi salah satu klub Liga 3 dengan home base mewah. Skuad besutan Jan Saragih bermarkas di Stadion Pakansari Bogor.

Jersey mereka juga tak akan kosong mlompong atau hanya berisikan sponsor dari kompetisi Liga 3. Bogor FC sudah resmi kerja sama dengan Corsa, Achilles, Oasis, Go-Jek dan Smartfren. Kontrak kerja sama bukan semusim saja. Tapi kontrak Bogor FC dengan sponsor sampai lima tahun.

“Sejak awal kami memang ingin buat klub dengan pengelolaan profesional. Masuknya para sponsor ini sebagai bentuk kepercayaan. Bahwa sebagai klub baru kami juga punya nilai jual,” lanjut mantu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ini.

Chief Executive Officer (CEO) Bogor FC, Effendy Syahputra bersama dua pemain yang dipanggil ke Timnas U-19, M Firly (kiri) dan Al Rizky. Foto : Instagram Bogor FC

Hanya saja cerita kemunculan klub baru, dengan embel-embel “dikelola secara profesional” bukan yang pertama. Musim lalu ada juga klub bernama Persis Gotong Royong yang menjadi fenomena dengan berbagai fasilitas mewahnya.

Namun ketika di musim pertamanya langsung gagal promosi ke Liga 2, klub ini langsung hilang bak ditelan bumi. Bukan saja lepas kerja sama dengan investor, musim ini Persis GR malah absen dari kompetisi Liga 3 zona Jateng. Mereka hanya akan mengikuti kompetisi Piala Soeratin 2018 yang diarsiteki mantan pemain Timnas U-23, Imam Rohmawan.

Effendy pun mengerti akan hal itu. Dia tak lantas menyalahkan investor Persis GR musim lalu. Dia malah menyebut banyak orang berduit yang sejatinya ingin turut serta membangun sepak bola di Indonesia, namun langsung kapok pada musim perdananya.

“Banyak sebenarnya orang dengan finansial bagus yang turun di sepak bola. Tapi beberapa memang langsung kapok setelah musim pertamanya dikerjai. Semoga Bogor FC tidak seperti itu. Kalau memang musim ini, katakan lah gagal ke Liga 2, karena dikerjai atau apa, ya kita akan berjuang lagi musim selanjutnya,” ucapnya.

“Salah satu yang menjamin ya kontrak jangka panjang dengan para sponsor. Kita sudah kerja sama dengan Corsa lima musim. Apapun hasil dari kompetisi musim ini, musim depan Corsa tetap ada di jersey kita. Mereka tetap jadi sponsor kita,” lanjutnya.

“Beberapa pemain muda juga kita kasih kontrak jangka panjang. Seperti pemain Bogor FC yang dipanggil Timnas U-19, kita kontrak dua musim. Jadi mereka tidak khawatir dengan karir pada musim berikutnya,” jelasnya.

Sebagai klub baru, Bogor FC tak lantas mendapat dukungan dari pecinta sepak bola di Bogor. Ada yang lebih pilih mendukung Persikabo Bogor atau pun PSB Bogor. Namun ada juga yang lebih mendukung Persija Jakarta atau Persib Bandung. Bahkan jumlahnya lebih banyak ketimbang pendukung Persikabo.

Skuad Bogor FC saat melawan Persika Karawang. Foto : Instagram Persika

Effendy mengatakan usaha paling nyata untuk menggaet simpati masyarakat Bogor adalah meraih prestasi. Dia meyakini datangnya prestasi juga akan diikuti dukungan dari warga Bogor. Atas dasar itu direkrutlah Jan Saragih yang sudah punya pengalaman melatih bersama Persija Jakarta. Lalu ada pula pemain-pemain yang sudah punya pengalaman di Liga 1 atau Liga 2.

Bogor FC bahkan sudah berkontribusi pada Timnas U-19. Muhammad Firly dan Al Rizqy masuk dalam daftar 28 pemain yang mengikuti pemusatan latihan tahap pertama di Jogja. Akhir tahun ini, Bogor FC juga akan membentuk akademi untuk menampung potensi-potensi pesepakbola muda di seluruh Indonesia. Bogor FC bahkan sudah berafiliasi dengan akademi milik Bali United.

“Ini tantangan buat saya dan manajemen. Pada tahun perdana ini mudah-mudahan bisa berprestasi. Musim depan Bogor bisa memiliki klub profesional yang berlaga di Liga 2. Kalau prestasi sudah ada, saya yakin dukungan pada Bogor FC akan datang dengan sendirinya,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here