Soal Peluang Jadi Pelatih Kepala PSS Sleman, Ini Kata Seto Nurdiantara

0
Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantara didampingi bek PSS, Bagus Nirwanto dalam jumpa pers di Hotel Mapia Biak, Kamis (10/5/2018). Foto : Istimewa/Official PSBS

Seto Nurdiantara sudah memberikan perubahan nyata sejak ditunjuk menggantikan Herry Kiswanto yang mengundurkan diri. Dalam dua pertandingan, PSS Sleman sukses meraih hasil sempurna alias enam angka.

Elang Jawa mengawali tren naik saat mengalahkan PSBS Biak 2-0 di Stadion Cendrawasih Biak, Jumat (11/5/2018). Kemudian, PSS kembali meraih kemenangan setelah membekuk Martapura FC 1-0 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (16/5/2018).

Tambahan enam poin mengantarkan PSS ke posisi runner up Liga 2 grup timur. PSS mengoleksi 10 poin atau selisih satu poin dari Madura FC yang memuncaki grup timur.

Harapan agar Seto diresmikan menjadi pelatih kepala pun muncul. Manajemen sudah menuturkan soal peluang Seto menjadi pelatih kepala. Suporter pun menginginkan Seto menjadi pelatih. Lalu seperti apa jawaban Seto?

Sebelum partai melawan Martapura FC, Seto sudah memberikan jawaban terkait kemungkinan menjadi pelatih. Dia mengaku sudah menjabarkan kepada manajemen soal kemungkinan untuk jadi pelatih kepala.

“Dari awal saya sudah bilang, saya tidak berpikir ke arah pelatih kepala. Karena dari awal memang saya ingin belajar dulu. Kalau dari awal saya ingin jadi pelatih kepala, saya sudah pegang tim, baik itu di PSS atau diluar PSS,” terang Seto di Stadion Maguwoharjo Sleman, Selasa (15/5/2018).

“Perjalanan waktu seperti ini, saya belum berpikir ke arah, untuk jadi pelatih kepala. Kalau mau mengambil keputusan jadi pelatih, tentu saya harus bicara dengan keluarga.”

“Saya sudah ungkapkan ke manajemen, alasan-alasan saya, mengapa saya pilih seperti ini. Banyak alasan, salah satunya saya sibuk dengan kursus AFC Pro. Sebenarnya masih banyak lagi alasan, tapi ini untuk saya dan manajemen. Kalau nanti manajemen menunjuk saya jadi pelatih kepala, ya itu hak saya, mau atau tidak.”

“Dalam kursus AFC Pro, Ada tujuh modul, bulan Juni, Juli, Agustus, lalu Desember. Artinya saya tidak bisa mendampingi tim secara penuh. Saya sudah ungkapkan itu kepada manajemen.”

“Masih ada celah sebenarnya, tapi ini masih perlu pembicaraan lebih lanjut. Semoga manajemen sudah berpikir, memiliki planning yang bagus seperti apa,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here