Suimin Diharja Minta Luis Milla Pantau Eks Persis Junior

0
Moh Edo Febriansyah (kanan) saat membela Persis Junior pada babak semifinal Piala Soeratin 2014 di Stadion Delta Sidoarjo, lalu. Foto : Istimewa

Peforma Persiwa Wamena dalam lima pertandingan Liga 2 2018 terbilang lumayan. Dalam lima pertandingan, skuad Badai Pegunungan Tengah mencatatkan dua kemenangan, sekali seri dan dua kali kekalahan.

Sejatinya Persiwa sudah mengoleksi tujuh poin dan menempati posisi lima klasemen sementara grup timur. Namun karena mereka terkena sanksi pengurangan enam poin dari FIFA, Persiwa pun harus berada di posisi 11 dengan koleksi satu poin.

Bila berbicara soal persiapan, Persiwa sejatinya menjadi salah satu tim yang tanpa persiapan. Untung saja, Blitar United membuat keputusan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) Nasional saat kompetisi tinggal dua pekan.

Akhirnya PPLM Nasional yang sudah memiliki tim pelatih, pemain muda hingga pemain senior menjalin kesepakatan dengan Persiwa Wamena. Skuad Persiwa pun dihuni mahasiswa PPLM Nasional, pemain senior dan tiga penggawa dari Wamena. Mereka berlatih di Lapangan Cibubur, markas PPLM Nasional.

Dari sederet pemain yang tampil dalam lima pertandingan, tim-tim grup timur wajib mewaspadai sosok Moh Edo Febriansyah. Winger asal Kediri ini menjadi salah satu pemain muda yang permainannya konsisten. Dia sudah mengemas tiga gol untuk Badai Pegunungan Tengah.

Berbicara soal karirnya, Edo merupakan lulusan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah. Pada 2014 lalu, dia menjadi salah satu andalan Persis Solo Junior (Jr) U-17. Kala itu Edo dan rekan-rekannya membawa Persis Jr ke final Piala Soeratin 2014. Sayang pada partai puncak, Persis Jr kalah 1-2 dari Jember United.

Edo Febriansyah (berdiri kedua dari kanan) saat masuk starting eleven Persiwa Wamena. Foto : Istimewa

Selepas dari PPLP Jawa Tengah, Edo memutuskan untuk masuk PPLM Nasional. Sebagai mahasiswa PPLM, dia tak boleh membela klub lain. Justru skuad PPLM yang bekerja sama dengan klub nasional untuk mengikuti kompetisi. Sebelum musim ini kerja sama dengan Persiwa Wamena, musim lalu PPLM kerja sama dengan PS Bengkulu.

Bakat Edo tercium Timnas Indonesia U-19 pada 2016 lalu. Dia sempat menjadi andalan Timnas U-19 saat dibesut Eduard Tjong. Dia diposisikan sebagai winger, meski posisi aslinya sebagai penyerang. Posisi itu akhirnya bertahan hingga kini membela Persiwa

Pelatih Persiwa, Suimin Diharja mengatakan Edo merupakan salah satu pemain menonjol di skuad Persiwa. Dia sudah memiliki kematangan, meski dari segi usia baru 21 tahun.

“Edo sudah matang, tambah pintar. Bisa membaca permainan. Timing kapan dia harus individu, kapan harus kerja sama tim, sudah mulai jalan sesuai dengan keinginan saya. Edo punya prospek, punya kemauan jadi pemain besar,” terang Suimin Diharja kepada KAMPIUN.ID, Rabu (16/5/2018).

“Tapi saya minta jangan cepat puas, karena itu akan mempengaruhi prestasinya kedepan. Kalau tetap konsisten dengan situasi ini, dengan yang dilakukan sekarang, Luis Milla harus melihat dia. Karena dia punya potensi, punya visi bermain,” lanjutnya.

Selain Edo, Suimin juga merekomendasikan nama Aldo Claudio. Bek jangkung yang pernah memperkuat Persiba Balikpapan itu kini jadi kapten Persiwa. Lalu ada pula bakat-bakat lain yang sudah ditempa PPLM Nasional.

“Bukan Edo saja, masih ada juga beberapa pemain lain di Persiwa. Seperti Aldo Claudio juga bagus. Permainannya semakin matang. Dia bahkan sudah jadi kapten tim. Dan pemain-pemain lain,” ucapnya.

“Saya sudah komunikasi dengan Bima Sakti (asisten pelatih Timnas Indonesia) agar ada agenda uji coba dengan Persiwa. Silakan dilihat permainannya. Kalau layak, silakan diambil kalau Timnas butuh. Pasti kita dukung kalau menyangkut nasionalisme membela Timnas,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here