Wow, Egy Maulana Vikri Ternyata Hafal Anthem Persis Solo

0
Egy Maulana Vikri Saat ikut bernyanyi anthem Persis Solo di Stadion Manahan. Foto: Curva Nord Sambernyawa Media

Rayakanlah pertemuan ini

Slalu bersama apapun yang terjadi

Singkirkan semua yang mengganggumu

Kitakan tetap jadi satu

Di dunia persuporteran jelas lirik lagu diatas cukup populer. Ya, itu adalah lagu milik band asal Solo, The Working Class Symphony (TWCS) yang kini jadi anthem klub Persis Solo.

Liriknya yang begitu dalam tentu sebuah arti persahabatan, ternyata membuat banyak suporter diluar Kota Solo ikut hapal lagu tersebut.

Namun siapa sangka Egy Maulana Vikri yang kini berguru di klub Liga Polandia, Lechia Gdansk hapal lagu tersebut.

Itu dia perlihatkan usai laag Timnas U-19 melawan Persis Solo di Stadion Manahan kemarin (28/5/2018).

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri saat merekam para pemain yang menyanyikan lagu Satu Jiwa. Foto : Nofik Lukman Hakim

Usai laga para penggawa Timnas U-19 ternyata ikut bergabung dengan pemain persis Solo di tengah lapangan dengan membentuk sebuah lingkaran. Tradisi menyanyikan anthem memang jadi budaya di Manahan usai laga digelar.

Lagu Satu Jiwa yang jadi anthem Persis Solo dinyanyikan oleh lebih dari 23 ribu Pasoepati dan Surakartans B6 yang memadati Stadion Manahan. Selain pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri yang hapal lagu ini, egy-pun terlihat ikut hapal.

Momen itu terlihat jelas dari video yang diunggah oleh media pasoepati di tribun utara yakni Curva Nord Sambernyawa.

Tanpa malu dirinya ikut me ghayati lagu yang liriknya begitu dalam tersebut. Tak hanya Egy, dua official Timnas, termasuk gelandang Syahrizal Abimanyu yang sempat menimba ilmu di Spanyol bersama klub Levante B juga terlihat cukup fasih menyanyikan lagu Satu Jiwa.

Dilain sisi laga ini sendiri berakhir dengan skor 3-0 untuk Persis Solo. Hampir sepanjang pertandingan tak ada nyanyian dukungan kepada Timnas U-19. Justru sebaliknya, teriakan “huuuuuu” terdengar saat para pemain Timnas Garuda Nusantara menguasai bola.

Bahkan, beberapa kali terlihat para pemain Timnas U-19 saling melempar tugas saat mendapatkan tendangan sudut. Semakin berada di pinggir lapangan, pemain kian mendapat teror yang kencang dari suporter.

Meski demikian, teror itu hanya berlangsung selama 90 menit. Setelah pertandingan, seluruh penonton memberikan nyanyian dukungan kepada Timnas U-19. Mereka memberikan tepuk tangan dan chant pemberi semangat saat Timnas U-19 mengelilingi lapangan untuk menyapa penonton.

Pasoepati dan Surakartans melakukan itu agar mental pemain Timnas U-19 tidak lembek di lapangan, karena tertekan saat hadirnya suporter dari negera lain kedepannya.

“Kami senang dengan tekanan seperti ini. Karena sesuai dengan keinginan kami memang ingin terbiasa menghadapi teror dari penonton. Saya salut dengan Pasoepati yang memberikan tekanan luar biasa,” ungkap Egy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here