Pilih Eks Pelatih Persija, Ini Penjelasan Manajemen Perserang

0
Bambang Nurdiansyah (kanan) saat berpose bersama Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. Foto : Instagram Yoyok Sukawi

Manajemen Perserang Serang sudah memutuskan untuk menunjuk Bambang Nurdiansyah sebagai pelatih kepala, menggantikan Zaenal Abidin “Zapello”. Eks pelatih Persija Jakarta itu ditarget membawa tim Singa Ndaru lolos ke Liga 1.

Hasil buruk dalam lima laga awal menjadi dasar utama pergantian pelatih. Dari lima pertandingan, Perserang baru sekali menang, dua kali seri dan dua kali menelan kekalahan.

Parahnya, Perserang gagal menang dalam dua laga kandang saat melawan Persita Tangerang dan Persibat Batang. Singa Ndaru pun tercecer di posisi sepuluh klasemen sementara grup barat dengan lima poin.

“Lima pertandingan hanya mendapat lima poin tentu hasil kurang bagus. Makanya kemudian manajemen membuat keputusan untuk melakukan pergantian tim pelatih. Coach Banur akhirnya dipilih karena memiliki kemampuan dan disegani para pemain. Beliau juga punya pengalaman bersama tim Banten,” terang Manajer Perserang, Babay Karnawi kepada KAMPIUN.ID, Minggu (24/6/2018) siang.

Hanya saja menunjuk pria yang sempat diumumkan sebagai direktur teknik PSIS Semarang ini bukan tanpa risiko. Banur menjadi satu dari 24 pelatih yang mengikuti kursus lisensi AFC Pro.

Artinya, ada pekan-pekan dimana Banur harus mengikuti kursus dan tak bisa mendampingi Perserang. Seperti pekan ini Banur harus ke Jogja untuk mengikuti modul kedua. Dia baru kembali pada awal bulan dan akan mendampingi tim ke Rembang, melawan PSIR pada lanjutan Liga 2.

“Setiap dua bulan ada satu pekan coach Banur tidak bisa mendampingi, kita tahu itu. Nanti tim akan didampingi Mustopa Aji sebagai asisten pelatih dan Dani sebagai pelatih fisik,” tuturnya.

Babay optimis di bawah kepemimpinan Banur, tim yang bermarkas di Stadion Maulana Yusuf ini bisa bangkit dan merealisasikan target lolos ke Liga 1. Babay juga memastikan kondisi keuangan Perserang cukup kuat untuk menopang target ke kasta tertinggi.

“Dulu saat keuangan jeblok, prestasi kita bagus (lolos 8 besar ISC B 2016). Sekarang saat keuangan bagus, malah prestasi jeblok. Makanya semua ingin bangkit, ingin membuktikan kepada masyarakat, kepada suporter, untuk menghadirkan prestasi. Kita ingin lolos ke Liga 1,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here