Ratusan Pesepakbola Berebut Beasiswa Kuliah

0
Proses audisi beasiswa Universitas Surakarta di Boyolali, Kamis (28/6/2018). Foto : Istimewa

Ratusan pesepakbola dari berbagai kota berebut beasiswa kuliah di Universitas Surakarta (UNSA). Penjaringan ini dilakukan di empat daerah berbeda mulai Kamis (28/6/2018) pagi.

Boyolali menjadi lokasi pertama yang disinggahi. Ada 40 pemain yang ikut serta. Dari jumlah itu, hanya sebelas pemain yang mendapat tiket ke final round di Stadion Sriwedari Solo.

Setelah Boyolali, audisi akan berlanjut di Sukoharjo (Jumat), Sragen (Sabtu) dan Karanganyar (Minggu). Meski lokasi audisi ada di wilayah eks karesidenan Surakarta, peserta juga berdatangan dari Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta hingga Maluku.

“Program ini sudah berjalan lama. (Alm) Prof Brodjo Sudjono (Pendiri UNSA) dari dulu sudah komitmen untuk membentuk mental dan karakter pesepakbola. Biar nanti setelah tidak menjadi pesepakbola lagi, pemain punya bekal untuk masa depan,” terang Wakil Rektor III Universitas Surakarta, Arya Surendra, Kamis (28/6/2018).

Pemain yang terpilih dari empat kota ini nantinya akan berebut 15 tiket beasiswa berkuliah di UNSA. Bila prestasi di tiap semester terus terjaga, baik di lapangan maupun bangku kuliah, para pemain ini akan kuliah gratis hingga lulus nanti.

“Sementara ini kuota ada 15 pemain. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa bertambah jika memang yang layak lebih dari itu. Kita berikan beasiswa sesuai peformanya. Tetap ada sistem promosi dan degradasi,” tuturnya.

Ada banyak mahasiswa UNSA yang kini jadi pesepakbola profesional. Diantaranya Andika Dian Asruri (Persela Lamongan), Diego Banowo (Persita Tangerang), Muhammad Isa (Madura FC), Chandra Waskito (Persis Solo) dan Fery Bagus (Persik Kendal).

Sebelum ini, ada pula sederet mantan bintang Arseto Solo, termasuk Rochi Puttiray hingga Agung Setyobudi. Bila memang dalam masa kuliah para pemain mendapat tawaran dari klub profesional, UNSA tak akan menghalanginya.

“Bila memang dalam masa kuliah mereka dapat tawaran dari klub, kita bisa bicarakan. Pemain-pemain kita saat ini banyak yang mendapat kontrak dari klub Liga 1, Liga 2 dan Liga 3,” ucapnya.

Terpisah, Tithan Wulung Suryata yang didapuk jadi pemandu bakat menyebut kuota pemain yang mendapat tiket ke final round tak dibatasi. Untuk wilayah Boyolali, hanya sebelas dari 40 peserta yang mendapat tiket ke fase berikutnya.

“Kita cari pemain yang bermain secara tim. Paham strategi, baik menyerang maupun bertahan. Jadi nantinya kita tinggal mengasah agar jadi lebih bagus. Pemain yang mendaftar dibatasi kelahiran 1998,” jelasnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here