Kejutan Piala Indonesia 2018, PSIP Pemalang Singkirkan PSIR Rembang

0
Skuad PSIP Pemalang. Foto : Nofik Lukman Hakim

PSIP Pemalang membuat kejutan dengan menyingkirkan PSIR Rembang. Skuad besutan Gatot Barnowo melaju ke babak 64 besar Piala Indonesia 2018 setelah menang lewat drama adu penalti 5-4 (1-1) di Stadion Sirandu Pemalang, Kamis (12/7/2018) sore.

PSIP tampil dengan skuad terbaik. Ibrahim Ibnu Annas sebagai penyerang tunggal, ditopang Rendy Adityawardana yang cukup produktif di Liga 3 Jateng. Ada pula Jordan Foranda dan Muhammad Erwin yang punya pengalaman di Liga 2.

Sebaliknya PSIR melakukan rotasi lantaran harus membagi fokus dengan Liga 2. Mereka mengistirahatkan Muslimin dan Edi Santoso yang dua laga terakhir bermain penuh.

Tempat keduanya digantikan Nasichin dan Zaenal Arifin. Posisi kiper pun ditempati Yogi Eko, guna memberi kesempatan istirahat bagi Octa Wahyu. Rotasi ini nyatanya tak mengurangi peforma PSIR.

Laga berjalan lima menit, PSIR unggul lewat Sholikul Islam. Sayangnya keunggulan ini tak bisa dijaga lantaran PSIP menyamakan kedudulan lewat Ibrahim Ibnu Annas menit 34.

Kedudukan 1-1 bertahan hingga akhir laga, hingga kemudian adu tos-tosan harus dilakukan. Dalam momen ini, PSIP lebih beruntung lantaran bisa memasukkan lima gol. Sementara PSIR hanya menghasilkan empat gol saja.

Pelatih PSIP, Gatot Barnowo mengaku puas dengan keberhasilan ini. Kemenangan ini menjadi modal penting melakoni fase 64 besar dan jadi penyemangat menatap pertarungan Liga 3 2018.

“Motivasi para pemain cukup besar karena lawannya dari kasta diatasnya. Mereka juga tidak demam panggung. Paling penting para pemain bisa menikmati pertandingan. Itulah kunci kemenangan ini,” terang Gatot Barnowo kepada KAMPIUN.ID, Kamis (12/7/2018) malam.

Gatot mengatakan keberhasilan mengalahkan PSIR tak lepas dari strategi pada paruh kedua. Sejak awal permainan, dua pemain yang punya kecepatan sengaja disimpan. Keduanya adalah Dedi Porwanto dan Amir Chumaedi.

Selain itu, timnya sengaja bermain dengan satu sentuhan lalu melakukan umpan panjang ke daerah pertahanan PSIR. Gatot menyebut hal itu dilakukan lantaran PSIR memiliki organisasi permainan bagus.

“Kalau kita mengikuti pola main PSIR dari awal permainan, kita bisa habis. Masa recovery kita cukup pendek. Sedangkan PSIR saya lihat berada di kondisi terbaik. Strategi ini ternyata berhasil. Kita bisa mengimbangi,” jelasnya.

PSIP pun menjadi tim Liga 3 kedua yang bisa menyingkirkan tim Liga 3. Sebelumnya, ada Lampung Sakti yang mengalahkan Perserang Serang 2-1 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, 28 Juni lalu.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here