Wawancara Manajer Timnas U-19 : Kagum Motivasi dan Profesionalitas Penggawa Garuda Nusantara

0
Para pemain Timnas Indonesia U-19 melakukan selebrasi gol. Foto: Official PSSI

Timnas Indonesia U-19 bukan saja memastikan tiket ke babak semifinal Piala AFF U-19 2018. Garuda Nusantara juga menunjukkan kuatnya mental bertanding para pemain menghadapi tekanan sepanjang pertandingan.

Skuad besutan Indra Sjafri saat ini menduduki puncak klasemen grup A dengan hasil meyakinkan. Mereka mengoleksi 12 poin, dengan menciptakan sepuluh gol dan hanya kemasukan satu gol saja. Unggul dua poin dari Thailand yang berada di peringkat kedua.

Dalam empat pertandingan ini, Timnas U-19 bukan saja unggul soal hasil. Permainan cepat yang diperagakan Todd Rivaldo Ferre dan kawan-kawan juga terbukti merepotkan lawannya. Bahkan Vietnam yang selama ini dikenal sebagai tim dengan gaya menyerang dipaksa bertahan.

Tak ada yang meragukan kualitas teknik dan pemahaman strategi penggawa Timnas U-19. Apalagi mayoritas pemain yang diturunkan sudah membela klub profesional. Baik yang gabung tim Liga 1 maupun Liga 2.

Namun yang cukup mengejutkan adalah mental bertanding Timnas U-19. Dengan usia yang sangat muda, para pemain mampu mengatasi tekanan lawan. Bahkan soal profesionalitas, baik tim pelatih maupun manajemen dibuat gembira.

Manajer Timnas U-19, Daconi Khotob menceritakan soal progres Saddil Ramdani dan kawan-kawan, dari mulai masa persiapan hingga jelang melawan Thailand di Gelora Delta Sidoarjo, Senin (9/7/2018) malam.

Manajer Timnas Indonesia U-19, Daconi Khotob. Foto : Richie Setiawan

Bagaimana melihat hasil empat pertandingan ini?

Menurut saya pribadi ini bukan hasil yang mengejutkan. Saya tahu para pemain ini memiliki skill individu yang bagus. Kalau kita kalah dalam dua uji coba lawan Persis Solo dan PSS Sleman, itu karena kita baru kumpul saja.

Proses latihan saat bulan Ramadan kan juga belum maksimal. Setelah kita kumpul lagi, baru kemudian digembleng. Kita bisa dapat hasil bagus saat uji coba lawan Persiba Bantul (3-0). Sekarang bisa kita lihat hasil dari uji coba itu.

Tekanan dari suporter Persis Solo dan PSS Sleman berpengaruh pada mental bertanding pemain?

Kita masih ingat saat itu pemain Timnas U-19 benar-benar diganggu. Di Solo, setiap pemain bawa bola pasti selalu disoraki. Itu memang sengaja kita minta ke panpel, berikan tekanan ke pemain. Sekarang kelihatan mental pemain seperti apa. Apalagi kemarin saat kalah satu gol dari Filipina, kemudian kita bisa membalikkan keadaan mulai menit 80.

Yang saya lebih senang, para pemain Timnas U-19 disiplinnya tinggi. Ini saya bandingkan saat saya masih di Semen Padang, kalau di hotel kadang-kadang disiplinnya kurang. Mau cari gini-ginilah, keluarlah.

Kalau pemain Timnas U-19 sudah punya kesadaran sendiri. Jam 21.00 sudah istirahat. Mereka tidak memaksakan menonton Piala Dunia. Mereka sudah sadar menjaga kondisi fisik itu penting, gizi juga diperhatikan.

Itu berarti dengan usia yang sangat muda, pemain sudah benar-benar paham profesionalisme?

Itu hebatnya anak-anak muda ini. Mereka sudah matang dalam usia yang sangat muda. Niat dari dalam itu bagus. Jadi enak saya (sebagai manajer), tinggal mengarahkan saja. Ini bagus untuk pemain Timnas U-19.

Bagaimana menjadi motivasi dan percaya diri pemain, setelah empat hasil bagus ini?

Anak-anak ini harus punya mimpi, jangan cepat puas. Antara bersyukur dan berusaha itu harus berdampingan. Itu yang terus kita tanamkan. Bersyukur perlu, tapi jangan kelamaan. Kalau cepat berpuas diri, ya sudah selesai. Itu dari penanaman pemahaman. Dari segi lain, target kita cukup tinggi. Setelah AFF ikut Piala Asia, prosesnya harus lebih matang lagi.

Peforma 2×45 menit begitu penting. Tapi lebih dari itu, faktor non teknis juga penting. Bagaimana kondisi Timnas U-19 saat persiapan menghadapi pertandingan?

Kita tugasnya mendorong saja. Di luar 2×45 menit, bikin suasana senang, nyaman, latihan enjoy. Kalau lagi ada jeda latihan juga bercanda-canda. Ada orang tuanya mau datang ke Sidoarjo, mereka bingung soal penginapan atau apa, ya kita ikut bantu biar tenang dan tetap fokus pada pertandingan.

Ada keluarga pemain mau datang, kita sambut, kita persilakan. Para orang tua pasti bangga melihat anaknya masuk Timnas U-19. Para pemain juga lebih termotivasi ketika keluarganya datang.

Seberapa penting pertandingan lawan Thailand? Apalagi saat ini Timnas U-19 sudah pasti lolos ke semifinal?

Kita ingin juara grup. Jadi Thailand itu bernilai penting buat kita harus menang. Selain faktor psikologis bisa mengalahkan Thailand, kita juga ingin tim-tim grup sebelah jadi mikir.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here