3 Tahun Terakhir, Jafri Sastra Pindah ke 6 Klub Berbeda. Ini Catatan Langkah Kepelatihannya

0
Jafri Sastra (kiri) saat menonton pertandingan di Stadion Manahan.Foto : Richie Setiawan

Jalan hidup Jafri Sastra memang penuh lika-liku. Kabar terbarunya ternyata dirinya harus menanggalkan bangku pelatih kepala Persis Solo yang sudah cukup lama didudukinya.

Rapor Persis pada 13 pertandingan awal Liga 2 2018 sejatinya cukup membanggakan, yakni ada di posisi kedua dengan tabungan 22 poin. Sayang catatan ini dianggap kurang melegakan bagi manajemen Laskar Samberyawa. Hingga akhirnya dirinya mengakui jadi korban dari evaluasi yang diberlakukan.

Bicara soal kepelatihan, Jafri Sastra melambung namanya saat menjadi pelatih Semen Padang. Itu terjadi saat dirinya menggantikan posisi Nil Maizar yang saat itu fokus untuk melaih Timnas.

Hingga akrhinaya langkahnya menuju Mitra Kukar, dan tinta emasnya banyak tercatat di klub yang bermarkas di pulau Borneo tersebut.

Bicara soal kepelatihan, ternyata di tiga tahun terakhir, dirinya tercatat pindah-pindah klub. Torabika Soccer Championship (TSC)/Indonesia Soccer Championship (ISC)-A, Jafri Sastra resmi bergabung dengan Persipura Jayapura.

Sayang pada Agustus 2016 coach JS dan Persipura resmi bercerai pada Selasa (2/8/2016). Rentetan hasil minor yang diraih Persipura di ISC-A menjadi alasan utama pelatih yang dikenal santun itu pergi meninggalkan tanah Papua.

Di tangan Jafri, performa Persipura memang tak bisa dianggap baik. Boaz Solossa dan kawan-kawan saat ini harus rela berada di peringkat ketujuh dengan 19 poin. Mereka tertinggal 11 poin dari Madura United yang kukuh di pucuk dengan 30 poin.

Tak butuh waktu lama dirinya ternyata langsung mendapat klub baru. Mitra Kukar langsung bergerak cepat setelah pelatih Subangkit mengundurkan diri pada Senin (1/8/2016).

Manajemen tim Naga Mekes pada Selasa (2/8/2016) dini hari langsung mengontak Jafri Sastra, yang pada Senin malam diberhentikan dari Persipura Jayapura.

Manajemen Mitra sengaja memulangkan Jafri untuk kembali bergabung dengan timnya, dengan alasan pelatih asal Padang tersebut sudah mengenal kondisi dan karakter pemain Mitra Kukar.

Sayang masa depan Jafri ternyata tak lama. Pada putaran pertama kompetisi Liga 1 musim 2017 memutuskan untuk mengundurkan diri

Mundurnya Jafri Satra dari pelatih Mitra Kukar sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya Jafri memutuskan mundur dari Naga Mekes setelah gagal di turnamen Piala Gubernur Kaltim 2016.

Setelah itu, pelatih yang membawa Mitra Kukar menjuarai turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015 itu menangani Persipura Jayapura di kompetisi Indonesia Soccer Championship 2016, namun tidak sampai setengah musim kontraknya diputus.

Prestasi Jafri Satra terbilang tidak terlalu buruk musim Liga 1 2017. Hingga penutupan putaran pertama Liga 1, Mitra Kukar menempati peringkat ke-8 dengan mengoleksi 25 poin.

Namun, satu hal yang mencoreng kinerja Jafri Sastra yaitu jumlah kebobolan gol. Mitra Kukar menjadi tim paling banyak kebobolan di Liga 1 dengan jumlah kemasukan 32 gol.

Sementar aitu September 2017, coach JS ternyata memutuskan untuk berpetualang ke klub asal Palu, yakni Celebest FC Palu yang terjun di ajang Liga 2 2017. kebetulan dirinya datang untuk menggantikan posisi Rudy Eka Priyambada yang hijrah ke PS TNI.

Jafri Sastra direkrut Celebest FC Palu untuk berjuang pada babak play-off Liga 2, bersaing bersama Persiraja Banda Aceh, Persepam Madura Utama dan Persika Karawang.

Sayang dirinya gagal, karena di babak playoff ini, di grup E yang berhasul bertahan di Liga 2 adalah Persika Karawang dan Persiraja Banda Aceh, sementara Celebest harus puas terdegradasi ke kasta Liga 3 2018 di babak nasional pendahuluan 1.

Di tahun 2018, ternyata Jafri memutuskan bergabung dengan klub asal Sumatera, yakni PSPS Riau. Sayang kegagalannya membawa tim ini berjaya di Piala Presiden 2018, membuat posisinya rawan.

Secara mengejutkan melakukan pergantian pelatih selepas Piala Presiden 2018 diumumkan manajemen PSPS saat itu. Gagal membawa PSPS lolos dari fase grup melawan tim-tim Liga 1 jadi alasan manajemen memecat dirinya.

Tak butuh waktu lama, PSPS menemukan sosok pengganti Jafri, yakni mantan gelandang timnas Indonesia, Ansyari Lubis, yang didaulat untuk mengisi peran yang ditinggalkan Jafri.

Jelang kick off Liga 2 2018, ternyata Jafri bergabung dengan Persis Solo. Yang sayangnya dirinya tak bisa sampai akhir di klub ini. Sebab setelah menjalani partai ke-13, ternyata ada evaluasi dari manajemen.

Salah satu poinnya, ternyata nasib Jafri Sastra harus angkat koper dari tim. Dan kini coach JS harus mencari pelabuhan baru untuknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here