Rangga Muslim Buat PSIS Semarang Semakin Tertekan

0
Selebrasi Rangga Muslim saat merayakan gol ke gawang PSIS Semarang dalam laga uji coba di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (26/8/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

PSIS Semarang benar-benar dalam tekanan hebat. Bukan tim-tim Liga 1 saja yang membuat Mahesa Jenar kerepotan. Kini, Haudi Abdillah dan kawan-kawan harus menghadapi kritik pedas dari suporter setianya.

Terbaru, hal ini terjadi setelah PSIS ditekuk PSS Sleman 0-2 dalam laga uji coba di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (26/8/2018) sore. Baik saat jeda maupun akhir pertandingan, para suporter mengungkapkan kekecewaannya terhadap peforma M Yunus dan kawan-kawan.

PSIS tampil tanpa tiga pemain asingnya. Petar Planic terlihat duduk di bench, namun tak mengenakan seragam. Sementara Bruno Silva dan Abou Bakr Al Mel tak nampak hadir.

Hanya Ibrahim Conteh saja yang bahu membahu dengan M Yunus, Komarudin dan Bayu Nugroho di sektor tengah. Lalu ada Jandika Eka, Safrudin Tahar, Haudi Abdillah, Rio Saputra, Frendy Saputra, Hari Nur dan Agung Fendi.

Meski bermain di kasta lebih tinggi, sejatinya PSIS tak dominan dalam laga tersebut. Pergerakan Bayu dan Hari Nur sempat merepotkan pertahanan PSS pada awal permainan. Namun masuknya Rangga Muslim menggantikan Slamet Budiyono membuat PSS mulai mengambil inisiatif serangan.

Rangga akhirnya mengakhiri kebuntuan timnya menit 31. Sepakan melengkung mantan penggawa PSIM Jogja itu menjebol gawang PSIS yang dikawal Jandia Eka.

Sembilan menit kemudian, gol dengan proses yang sama kembali dicetak Rangga. Dua gol ini benar-benar disambut gemuruh ribuan suporter PSS.

Sebaliknya, suporter PSIS yang ada di tribun barat mulai melontarkan nada kecewa ke bench tim kesayangannya. Keadaan ini kembali terjadi saat para pemain berjalan menuju lorong tim, maupun saat masuk ke lapangan lagi.

Pada paruh kedua, PSIS mulai tampil menggebrak. Masuknya Aldaier Makatindu, Melcior, Hafit Ibrahim dan M Wahyu membuat penampilan PSIS meningkat.

Puncaknya pada menit 81, Melcior sempat menjebol gawang PSS. Hanya saja gol itu dianulir lantaran asisten wasit mengangkat bendera pertanda offside. Hasil 2-0 pun bertahan hingga akhir laga.

Usai pertandingan, pihak panitia melalui pengeras suara sempat mengumumkan akan memutar lagu “Jiwa Ksatria” milik PSIS dan “Sampai Kau Bisa” milik PSS. Lagu ini akan dinyanyikan official bersama para suporternya yang sama-sama hadir.

Namun tak diketahui apa penyebabnya, seluruh tim pelatih dan pemain PSIS pilih langsung masuk ruang ganti. Akhirnya hanya lagu “Sampai Kau Bisa” saja yang diputar panitia untuk dinyanyikan seluruh suporter dan tim tuan rumah.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here