Dapat Kesempatan Kelima, Inilah Rapor Widyantoro Saat Menukangi Persis Solo

0
Widyantoro saat melatih Persis Solo musim lalu. FOTO: Nofik Lukman

Nama Widyantoro sepertinya memang tak bisa dipisahkan dengan Persis Solo. Dirinya pernah melatih tim PPSM Magelang, PSS Sleman, hingga Perserang Serang, tetap saja tim Persis Solo sepertinya jadi salah satu pelabuhan terbaiknya untuk menukangi sebuah tim.

Mantan pemain Persis Solo pada kompetisi musim 2003 tersebut, saat ini sudah ditunjuk manajemen untuk ikut membantu Agus Yuwono yang masih berstatus sebagai head coach Laskar Sambernyawa.

Ini bukan kali pertama Widyantoro bergabung di tim kepelatihan Persis, menariknya ini jadi kesempatan kelimanya.

Dirinya pertama kali menukangi Persis di musim Divisi Utama versi PT. LPIS musim 2013, yang didatangkan dari PSS Sleman kala itu. Tri Handoko dkk di musim itu memang bisa dibilang mengakhiri kompetisi tak sesuai harapan, mengingat Persis terkena sanksi dari komdis PSSI dengan didiskuafikasi dari kompetisi, dengan alasan tak menjalankan laga tandang ke kandang Persewon Wondama dan Persemalra Tual.

Walau begitu pencapaian Persis bisa dibilang cukup bagus. Dari 12 laga yang sudah dijalani, Persis sukses menang sebanyak tujuh kali, dengan tiga lainnya berakhir dengan seri. Persis hanya dua kali menelan kekalahan, yakni di kandang PSS Sleman (0-1), dan Persenga Nganjuk (2-3).

Catatan manis inilah yang membuat dirinya akhirnya kembali ditunjuk menjadi pelatih Persis oleh manajemen baru Persis Solo pada kompetisi Divisi Utama musim 2014. Dirinya diminta berduet dengan Agung Setyobudi.

Total rapornya lumayan bagus. Sebab Persis Solo sukses dibawanya hingga ke babak 8 besar. Dari total 26 laga, Dedi Cahyono dkk sukses meraih 11 kali kemenangan, delapan kali seri dan hanya enam kali menalan kekalahan.

Dari sisi produktivitas gol juga memukau, dengan dulangan 39 gol dari 26 laga, meski kemudian harus kebobolan 31 gol.

Persis sempat memukau dengan berhasil menjadi capolista di babak penyisihan, dan 16 besar. Sayangnya momen manis itu tidak berlanjut di babak 8 besar. Persis tak bisa lebih jauh melangkah, karena dikalahkan oleh Martapura FC dan Pusamania Borneo FC, dan mengubur mimpi menuju ke kasta tertinggi ISL kala itu.

Walau begitu catatan Persis di musim ini tetap terbilang cukup membanggakan.

Di musim 2015, Wdiayantoro memutuskan untuk hengkang ke Perserang Serang. Kekosongan posisi headcoach, membuat manajemen Persis akhirnya merekrut mantan legenda Persik Kediri, Aris Budi Sulistyo untuk menggantikan posisi Widyantoro.

Musim ISC-B 2016, Persis memutuskan untuk membawa pulang Widyantoro ke Solo. Sayang pencapaian ciamik dirinya di musim 2013 dan 2014, gagal berlanjut di musim 2016.

Di babak penyisihan, yang berjumlah tujuh klub, Persis harus puas ada di posisi kelima. Dari 12 laga yang dijalani, Bayu Andra dkk hanya bisa menang tiga kali, lima kali seri dan empat kali menelan kekalahan. Catatan gol dan kebobolan Persis juga selisihnya tipis, yakni 11 gol berbanding 10 kali kebobolan.

Setelah sempat menunjuk Yudi Suryata di awal pembentukan tim di musim Liga 2 2017, ternyata keputusan manajemen cukup mengejutkan musim lalu. Detik-detik kick off akan dimulai, Widyantoro dipanggil kembali untuk menukangi Persis dan Yudi Suryata harus diputus kontraknya sebelum kompetisi dimulai.

Keputusan ini memang dibalas Widyantoro dengan cukup baik. Widyantoro hanya bisa menukangi tim ini sampai di babak 16 besar. Hal ini lantaran saat melawan Cilegon United yang jadi laga terakhir di babak 16 besar, Widyantoro terkena sanksi dari komdis.

Dianggap mengintimidasi wasit, membuat Widyantoro disanksi tak boleh berkecimpung di dunia sepakbola Indonesia selama 12 bulan.

Walau begitu rapor Persis terbilang memukau saat dipegang Widyantoro. Di mana dari 20 laga, Persis sukses mendulang 11 kemenangan, enam kali seri, dan tiga kali menelan kekalahan. Dari 10 laga Persis dilatih oleh Widyantoro, gawang Agung Prasetyo hanya kebobolan 13 gol, dan para bintang Persis suskes mencetak 27 gol.

Setelah Persis dilatih oleh Freddy Muli di babak 8 besar Liga 2 2017 dan pra kompetisi Liga 2 2018, akhirnya di putaran pertama Liga 2 2018 Persis dilatih oleh Jafri Sastra.

Di putaran kedua babak penyisihan Liga 2 2018, Manajeman memutuskan untuk mengganti Jafri Sastra dengan Agus Yuwono, dengan alasan rapor Persis di beberapa laga terakhir memburuk.

Di tangan Agus Yuwono, Persis hanya bisa meraih empat poin dari empat laga, dengan hasil sekali menang, sekali seri dan dua kalai kalah.

Kini hadirnya Widyantoro ternyata bukan untuk mencoret Agus Yuwono, yang memang dari sisi rapor belum sesuai yang diharapkan.

Wiwid (Sapaan Widyantoro) dipinta kembali juga tentu bukan tanpa alasan, dirinya diharapkan bisa membantu Agus Yuwono untuk membangun motivasi pemain.

Rapor Wiwid selama menukangi Persis Solo beberapa musim terakhir kembali jadi penggambaran kenapa manajemen Persis kembali memanggilnya untuk kembali.

Jadi jika dikalkulator, selama empat musim berbeda Widyantoro menukangi Laskar Sambernyawa, dirinya sudah menjalani 70 laga di kompetisi resmi. Di mana 32 laga diantaranya berakhir dengan kemenangan, 22 kali seri, dan hanya 15 laga berakhir dengan kekalahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here