Putut Wijanarko Tegaskan Semeru FC Belum Menyerah

0
Pelatih Semeru FC, Putut Wijanarko saat memberikan intruksi dari pinggir lapangan, kala timnya bersua PSMP Mojokerto dalam lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Mojokerto, Jumat (14/9/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

Semeru FC Lumajang belum mengibarkan bendera putih dalam persaingan Liga 2 2018. Slamet Sampurno dan kawan-kawan masih yakin bisa keluar dari zona degradasi grup timur.

Periode buruk dijalani Semeru FC dalam enam partai terakhir. Tercatat skuad besutan Putut Wijanarko hanya meraih satu poin setelah hasil imbang kontrak Martapura FC 0-0. Sementara lima partai terakhir berakhir dengan kekalahan.

Terakhir, Semeru FC dilibas PSMP Mojokerto 0-3 di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Mojokerto, Jumat (14/9/2018) sore. Laga ini sekaligus sebagai partai kelima beruntun yang dijalani Semeru FC tanpa bisa mencetak gol.

Semeru FC saat ini masih terperangkap di posisi sepuluh klasemen sementara grup timur. Dengan koleksi 13 poin, Semeru FC terpaut tiga poin dari PSBS Biak dan empat poin dari Persiba Balikpapan.

Pelatih Semeru FC, Putut Wijanarko menilai faktor mental menjadi pekerjaan rumah timnya. Dia berharap enam partai tersisa bisa dimanfaatkan untuk meraih poin maksimal.

“Semeru terpuruk di zona degradasi. Untuk mengangkat moril pemain sangat berat. Ini menjadi tugas kami, tugas saya sebaga pelatih. Kedepan banyak evaluasi. Lebih konsisten lagi sampai finish,” terang Putut di Stadion Gajah Mada, Jumat (14/9/2018) petang.

Putut menilai kans lolos dari zona degradasi masih terbuka. Semeru FC berharap bisa maksimal saat bertandang ke markas Madura FC dan PSIM Jogja.

“Kita belum kiamat. Masih ada enam pertandingan lagi. Mudah-mudahan lebih maksimal untuk menjauhi zona degradasi,” tuturnya.

Bila dilihat dari catatan laga tandang Semeru FC, kans mendapat poin di Madura dan Jogja sangat tipis. Apalagi dari 24 kontestan Liga 2, hanya Semeru FC yang belum pernah mendapat poin di laga tandang.

Putut mengaku akan lebih melakukan pendekatan ke pemain. Hal itulah satu-satunya jalan agar mental bertanding pemain kembali bangkit, seperti awal musim lalu.

“Tidak perlu saling menyalahkan, tidak perlu cari kambing hitam. Harus banyak diskusi. Komunikasi pemain dengan pemain, komunikasi pelatih dengan pemain,” pungkasnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here