Tak Boleh Berkandang di Stadion Sriwedari, Pasoepati Bentangkan Kritikan untuk Polisi

0
aksi kritikan Pasoepati yang dilakukan di depan Stadion Sriwedari. Foto: Instagram Pasoepati Gate B7.

Keprihatinan pendukung Persis Solo terhadap kondiri tim kebangaannya yang harus menjadi seorang musafir, ternyata membuat kubu Pasoepati ikut miris melihatnya.

Haru smenjalani laga kandang di Stadion Wilis Madiun, yang jarak tempuhnya dai Solo bisa mencapai 3 jam, ternyata membuat animo suporter untuk datang kevenue pertandingan sedikit merosot tajam.

Direvitalisasinya Stadion Manahan, semakin berat dirasakan setelah Stadion Sriwedari tak mendapatkan izin untuk bisa digunakan.

Alasan pihak kepolisian karena stadion ini memiliki kapasitas yang cukup minim, dan dari sisi keamanan dianggap cukup rawan terjadi hal-hal yang tak diinginkan jika dipaksakan untuk menggelar pertandingan di stadion yang sudah berdiri sejak 1933 tersebut.

Sikap kritis diperlihatkan oleh Pasoepati yang biasa berdiri di tribun timur Stadion Manahan, yakni Pasoepati Gate B7.

Puluhan anggota Pasoepati Gate B7 membuat sebuah aksi di depan Stadion Sriwedari, Jumat (21/9/2018) malam. Mereka membentangkan beberapa spanduk dan kertas berisikan kritikan kepada beberapa pihak. Seperti spandung besar bertuliskan “Surat cinta untuk Kapolres“. Ada juga beberapa handbanner yang dibentangkan, diantaranya bertuliskan “Persis Solo Bukan Persis Madiun” hingga “Marwah Persis itu di Solo

“Upaya kita agar Polresta Surakarta memberikan ijin @official.persissolo untuk bermain di Stadion Sriwedari, marwah Persis ada di Solo bukan Madiun, terbukti Stadion Wilis belum mampu memberi kemenangan “ajeg” untuk kebanggaan. Di sisi lain, mungkin akan banyak siswa/mahasiswa yang bolos bila Persis tetap main di Madiun 🙂 #DoaBersama #SaveSriwedari #PersisDalamDarurat,” tulis Pasoepati Gate B7 (pasoepati.gateb7) di akun Instagram pribadinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here