Tiga Poin Penting PSIM Jogja

0
Penggawa PSIM Jogja saat merayakan gol Ismail Haris ke gawang PSBS Biak dalam lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (5/9/2018). Foto : Richie Setiawan

PSIM Jogja mengakhiri puasa kemenangan, setelah menekuk Persegres Gresik 1-0 di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (9/9/2018) sore. Raihan tiga poin begitu penting untuk menjaga posisi Laskar Mataram di papan tengah grup timur Liga 2 2018.

Permainan kurang menarik tersaji pada paruh pertama. Kedua tim bermain terlalu hati-hati. Bahkan sepak pojok pertama baru terjadi saat pertandingan memasuki menit 30. Peningkatan permainan sempat ditunjukkan Persegres, namun tak mengubah skor.

Pada paruh kedua, tempo permainan meningkat. PSIM yang mengejar kemenangan mulai mendapat peluang. Gol akhirnya tercipta menit 72. Umpan silang Supriyadi salah diantisipasi bek Persegres, Husni Mubarok. Bola yang hendak dibuang justru meluncur ke sisi kiri gawang timnya sendiri.

Gol itu ternyata menjadi yang pertama dan terakhir dalam laga tanpa penonton ini. Raihan tiga poin membuat PSIM nyaman di peringkat tujuh dengan 19 poin. Mereka unggul dua poin dari Persiba Balikpapan yang ada di peringkat delapan.

Pelatih PSIM Jogja, Bona Simanjuntak menilai permainan timnya tak sesuai harapan. Para pemain banyak menguasai bola, namun jarang memberikan suplai bola ke sektor depan. Babak pertama nyaris tak ada peluang berbahaya bagi timnya.

“Secara hasil kami puas. Tapi secara permainan masih banyak yang harus dibenahi lagi,” terang Bona, Minggu (9/9/2018). “Anak-anak terlalu hati-hati,” lanjutnya.

Lambannya permainan Hendika Arga dan kawan-kawan diyakini merupakan efek dari hasil imbang kontra PSBS Biak, Rabu (5/9/2018). Dalam laga itu, PSIM yang bermain cepat justru kerap kehilangan bola.

Sementara dalam laga ini, PSIM sangat hati-hati dalam melancarkan serangan. Bola yang sudah mendekati pertahanan lawan kerap kali diumpan ke sektor belakang.

“Saat lawan PSBS anak-anak terlalu cepat kehilangan bola. Makanya dalam laga ini kita intruksikan untuk bermain lebih sabar. Namun yang terjadi malah terlalu lama menguasai bola,” jelas pelatih berlisensi B AFC ini.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here