“Stadion Sriwedari Tak Riuh Lagi”

0
Stadion Sriwedari Solo terlihat belum ada pembatas antara tribun penonton dengan lapangan pertandingan. Foto : Nofik Lukman Hakim

Stadion Sriwedari di dekade tahun 1933-1990an, penuh dengan gegap gempita. Saat pertandingan sepakbola digelar, hampir pasti stadion selalu terisi penuh.

Sejak di resmikan tahun 1933, stadion ini selalu jadi rumah bagi pertandingan bergengsi. Persis Solo bermarkas di stadion ini sejak tahun 1933 hingga 1997. Sementara itu dua tim juga sempat menggunakan stadion ini, hingga akhirnya tim ini membubarkan diri.

Sebelum Indonesia merdeka ada tim VBS yang merupakan bentukan Belanda, yang sebagiain besar pemainnya malah dari etnis tionghoa dan Jawa. Lalu tim asal Jakarta, Arseto juga sempat berkandang di Sriwedari. Tepatnya mulai tahun 1983, hingga akhirnya resmi di bubarkan pada tahun 1997.

”Sriwedari pernah bergelora. Dimasa saya masih jadi pemain di lapangan ini, masyarakat condong lebih banyak menonton saat Arseto berlaga. Beda jauh suasanya ketimbang zamannya pak Hong  Widodo (1950-1960an), ataupun zamannya pak Maladi (1930-1940an). Mungkin karena Arseto banyak pemain Timnasnya. Persis juga ada yang nonton, namun tak sebanyak Arseto. Kebetulan saya sempat bermain di dua tim tersebut, jadi merasakannya,” terang Sri WIdadi, yang bermain untuk Arseto di dekade 1980an, dan Persis di dekade 1990an.

Dari Sriwedari juga banyak klub luar negeri datang untuk bertanding melawan Persis Solo.

Klub luar negeri yang sempat menjajal kekuatan Persis di Sriwedari antara lain adalah Grazer SC Austria (1934), South Asia AA Hongkong (1952), Spartak Moskow Rusia (1958), Middlesex Wonderers Inggris (1970an), dan Johor Bahru Malaysia (1994).

”Saya rindu atmosfir pertandingan di Sriwedari. Niat Persis Solo yang katanya mau berkandang lagi di Solo, sebenarnya ide yang bagus, namun tentu itu bisa sulit teralisasi karena masalah izin. Penonton zaman dulu anteng-anteng, kalau sekarang perlu pengamanan ekstra. Mungkin karena itu pihak kepolisian masih mikir-mikir memberi izin ke Persis. Padahal inilah rumah asli Persis Solo,” ucap pria yang kini menjadi pengelola Stadion Sriwedari tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here