Review Buku Niac Mitra “Klub Karyawan Yang Juara Galatama”

0

Tim Galatama yang masih eksis hingga hari ini tentu bisa dihitung jari. Diantaranya adalah Arema FC, Semen Padang dan Barito Putera.

Jika kita bicara klub legenda yang kini sudah bubar dan tetap masih memiliki banyak kenangan untuk tetap dibahas di zaman sekarang, tentu nama Niac Mitra pantang untuk dikesampingkan.

Banyak hal menarik jika harus membahas klub asal Surabaya ini. Beruntung wartawan Jawa Pos, Sidiq Prasetyo akhirnya berhasil merangkum semua cerita tentang klub legendaris tersebut, dalam sebuah buku berjulul Niac Mitra ”Klub Karyawan Yang Juara Galatama”.

Buku yang dirilis bulan September 2018 tersebut, ternyata mengumbar banyak hal menarik dalam 12 bab pembahasan.

“Niac Mitra. Nama ini sebuah nama yang menjadi idola bagi penggemar sepakbola di Jawa Timur. Termasuk saya yang berasal dari Kabupaten paling timur di provinsi tersebut, Kabupaten Ngawi,” tulis Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono dalam kata pengantar di buku tersebut.

Awalnya ada niat untuk membentuk sebuah klub bernama Mitra. Klub tersebut lahir karena keinginan para karyawang perusahaan NIAC (New International Amusement Center) yang merupakan milik Agustinus Wenas.

Pada tahun 1975 digelar sebuah pertemuan. Akhirnya di usulkan membentuk klub bernama Mitra, yang walaupun ada tentangan dari para peserta kala itu.

Mitra sendiri memang ada kaitannya dengan salah satu usaha milik Wenas, yakni sebuah bioskop yang berada di Jl Pemuda. Akhirnya Mitra diputuskan untuk resmi berdiri, dan tak lama didaftarkan sebagai anggota tim internal Persebaya.

Langkah perdananya dimulai dengan ikut kompetisi Divisi II internal Persebaya, yang sebagian besar pemainnya adalah karyawan perusahaan milik Wenas.

Tahun 1979, geliat akan bergulirkan kompetisi semi profesional bernama Galatama muncul. Disini Wenas tertarik Mitra ikut serta didalamnya. Akhirnya diputuskan mantan pemain nasional tahun 1962-1972 Basri untuk membentu klub Mitra yang akan bergulir di Galatama.

Basri sendiri datang sebagai karyawan perusahaan cat Warga Agung, yang sejatinya juga akan ikut serta di kompetisi Galatama.

Salah satu pemain angkatan pertama adalah yudi Suryata. Akhirnya diputuskan nama Niac Mitra ikut serta di Galatama, dengan komposisi berasal dari pemain dari klub Mitra (internal Persebaya) dan tambahan pemain baru dari luar perusahaan Mitra, sebagain besar dari Persebaya yang terjun di kompetisi perserikatan.

Kebetulan saat Persebaya juara di musim 1977/1978, pelatihnya adalah Basri. Akhirnya beberapa pemain bintang Persebaya, dibawa Basri bergabung dengan Niac Mitra.

Seiring perkembangan zaman, Niac Mitra berhasil meraih banyak prestasi. Diantaranya juara Galatama di musim 1980/1982, 1982/1983, dan 1987/1988.

Sementara iu beberapa legenda lapangan hijau juga pernah bermain untuk tim ini. Djoko Malis

Rudy Keeltjes, Freedy Muli, Suharno, Benny Van Breukelen, Hanafing, Muhammad Zein “Mamak” Alhadad, dan dua pemain impor, David Lee, dan Fandi Ahmad.

Ada banyak pembahasan menarik yang terjadi. Mulai dari kasus suap di musim 1986/1987 yang membuat nama Niac Mitra menjadi sorotan, hingga akhirnya jelang musim 1990-1992, Wenas memutuskan untuk membubarkan Niac Mitra.

Pengumuman dadakan tersebut dianggap karena kekecewaan bos Niac Mitra tersebut dengan wacana Galatama yang akan digelar dalam dua wilayah, yakni barat dan timur.

“Yang bikin kecewa lagi orang yang selam aini dikenal dekat dengan Wenas, ternyata tak mendukung,” terang Hanafing.

Tim ini sendiri resmi dibubarkan pada 24 September 1990. pertandingan melawan Johor Malaysia di Gelora 10 November pada 1 Oktober jadi laga perpisahan. Dalam pertandingan tersebut, Niac Mitra kalah 1-5.

Walaupun saat ini masih ada nama Mitra di kompetisi Liga Indonesia, namun para petinggi Niac Mitra memastikan tim Niac sudah bubar sejak tahun 1990.

“Di sepakbola sudah tidak ada Niac. Nama Niac akan ada di usaha bengkel yang akan terus saya besarkan,” terang Eduard Valentinus Wenas yang mewakili keluarga Wenas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here