Suporter Kena Sanksi, Ini Sikap PSS Sleman

0
Salah satu pendukung PSS Sleman, Brigata Curca Sud saat membentangkan spanduk bertuliskan Man Jadda Wajada. Foto: Nofik Lukman Hakim.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi larangan memasuki stadion dalam dua pertandingan kepada suporter PSS Sleman. Sanksi ini merupakan imbas dari turunnya suporter ke lapangan pada laga lawan Madura FC di Stadion Maguwoharjo Sleman, Selasa (6/11/2018) lalu.

Dalam surat bernomor 091/L2/SK/KD-PSSI/XI/2018 yang ditandatangani Ketua Komdis PSSI Asep Edwin Firdaus, suporter PSS Sleman dianggap melanggar pasal 68 junto pasal 69 ayat (2) kode disiplin PSSI.

Suporter PSS Sleman disebut melakukan invasi ke lapangan dan oknum panpel berada di area yang tak semestinya. Atas hal itu, suporter PSS Sleman dihukum larangan memasuki stadion sebanyak dua kali.

Sanksi berlaku pada pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman tanggal 12 November 2018, dan PSS Sleman vs Persita Tangerang tanggal 16 November 2018.

Terkait hal itu, Manajer PSS Sleman Sismantoro membenarkan surat keputusan dari Komdis PSSI. Pihaknya mengaku cukup dirugikan dengan sanksi yang dijatuhkan pada suporter PSS Sleman.

“Sangat dirugikan. Coba kita lihat pertandingan lain terjadi lemparan botol dll, penonton langsung masuk lapangan tapi tidak ada sanksi,” terang Sismantoro melalui WhatsApp kepada KAMPIUN.ID, Jumat (9/11/2018) malam.

Namun begitu, kekecewaan ini tak bisa dibarengi dengan sikap melakukan banding. Pasalnya, di dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa klub tak bisa mengajukan banding sesuai pasal 119 kode disiplin PSSI.

Sismantoro menyebut keputusan Komdis PSSI hanya berlaku untuk suporter PSS Sleman. Laga kandang melawan Persita Tangerang pada 16 November mendatang tetap bisa disaksikan pecinta sepak bola di Kabupaten Sleman.

“Penonton umum masih boleh,” jelas Sismantoro.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here