“V.V.B werd opgericht op 8 November 1923”, Benarkah?

0
gambar full koran Soerabaijasch handelsblad terbitan tanggal 21 februari 1935, bersama potongan informasi di koran tersebut tentang Vorstenlandschen Voetbal Bond. Foto: Soerabaijasch handelsblad

Sebelumnya selamat untuk Persis Solo yang akhirnya genap berusia 95 tahun. Umur yang tua untuk sebuah klub yang sudah berdiri sejak 1923, namun jadi sebuah kebanggaan bagi semua pastinya, jika melihat tim ini masih tetap eksis hingga saat ini.

Hari ini tepat di tanggal 8 November 2018, tanggal yang banyak pihak mengungkapkan bahwa ini adalah tanggal kelahiran Persis Solo, yang itu artinya tahun ini genap berusia 95 tahun.

Tanggal tersebut merujuk pada sebuah potongan koran berbahasa Belanda, yang pertama kali muncul di tanggal 8 November 2013. Kala itu publik pecinta sepakbola di Kota Solo dibuat geger dengan munculnya sebuah postingan status di twitter.

Admin @Persissolo menguploud repro lembaran koran berbahasa Belanda, yang disitu tertulis Vorstenlandschen Voetbal Bond (VVB) yang merupakan nama lama Persis dinyatakan didirikan ditanggal 8 November 1923.

Apa yang diuploud oleh @Persissolo tersebut langsung disambut oleh petinggi Pasoepati. Tak butuh waktu lama, seluruh anggota Pasoepati dan pecinta sepakbola di Solo membuat sebuah pergerakan.

Penyalaan 90 lilin dan doa bersama dilakukan di Tugu Kebangkitan Nasional di daerah Penumping, yang kala itu lokasinya tepat berada di depan mes Persis Solo versi LPIS. Potongan koran tersebut diinformasikan didapatkan dari koleksi koran berbahasa Belanda di Museum Utrecht Belanda.

Berkat tanggal di potongan koran tersebut, diputuskan bahwa setiap tanggal 8 November, dinyatakan sebagai tanggal lahir Persis Solo. Namun saat ini dan mungkin episode kedepan akan ada persepsi berbeda, tentang keaslian tanggal tersebut.

Pemerhati sepak bola Kota Solo, Nikko Auglandy menemukan sebuah lembaran koran full berbahasa belanda. Yang didalamnya ada sedikit potongan tentang informasi Persis Solo, yang dari tata bahasanya mirip dengan potongan kecil artikel yang diuploud @persissolo.

Yang membedakan adalah, koran Soerabaiasch Handelsblad terbitan 21 Februari 1935 tersebut, tak menuliskan kalimat tentang tanggal lahir Persis Solo.

Hampir 90 persen potongan tulisan di koran ini memang sama dengan potongan koran yang ada tuliskan 8 November yang disebar oleh salah satu Pasoepati tersebut. Sayangnya tulisan yang menuliskan kalimat “(V.V.B werd opgericht op 8 November 1923)” sama sekali tak tertulis di edisi Soerabaiasch Handelsblad.

Potongan koran berbahasa Belanda yang bertulis tanggal lahir VVB 8 November 1923. Foto: Pasoepati.net
potongan koran Soerabaijasch Handelsblad terbitan 21 Februari 1935. Foto: Soerabaijasch handelsblad

Pemberitaan full di koran Soerabaiasch Handelsblad 21 Februari 1935 sendiri memang membahas soal bond Persis Solo, yang disitu masih dituliskan dengan nama VVB. Padahal sejak tahun 1933, VVB sudah berubah nama menjadi Persis Surakarta.

Isi berita berbahasa belanda tersebut di buka dengan oleh pertemuan petinggi asosiasi sepakbola Solo dan Jogja di Hotel Silir. Diumumkan hasil negosiasi pemerintah memadukan antara dua serikat pekerja Jogja dan Solo, dan informasi pembentukan Asosiasi Sepakbola Vorstenlandsche Voetbal Bond.

gambar full koran Soerabaijasch handelsblad terbitan tanggal 21 februari 1935, bersama potongan informasi di koran tersebut tentang Vorstenlandschen Voetbal Bond. Foto: Soerabaijasch handelsblad

“Yang bikin aneh adalah koran Soerabaiasch Handelsblad edisi yang saya temukan ini ternyata tak menuliskan kalimat (V.V.B werd opgericht op 8 November 1923), yang berarti VVB didirikan pada 8 November 1923, seperti yang dimunculkan @PERSISSOLO. Dari sisi komposisi kata antara potongan koran Pasoepati, dan 20 persen isi koran Soerabaiasch Handelsblad yang sama temukan hampir sama 95 persen. Cuman ya itu, tak ada kalimat V.V.B werd opgericht op 8 November 1923-nya ,” ucap Nikko.

“Entah tanggal 8 November tersebut memang ada ditulisan koran lama buatan media Belanda di Indonesia lainnya, atau hanya sebuah editan saja. Saya belum pernah menemukan ada perayaan HUT Persis di era lawas, yang menunjukkan secara jelas tanggal kelahiran Persis. Jadi momen merayakan ultah, sepertinya baru muncul sejak 2013. Pemain angkatan 1960-1990an juga tak pernah tahu tanggal lahirnya Persis, karena selama jadi pemain mereka tak pernah ada perayakannya,” jelas pria yang juga wartawan harian Jawa Pos Radar Solo tersebut.

Di luar pembahasan ini, ternyata titik terang kelahiran Persis Solo malah tercatat jelas koran berbahasa melayu, yang terbit di Kota Solo. Koran tersebut adalah Darmo Kondo terbitan 31 Maret 1923.

“Dari oesahanja perhimpoenan Djawa voetbalen R.O.M.E.O, Legion, De Leeuw, M.A.R.S, telah saja memperdirikan bond, dan bond itoe diberi bernama Vorstenlandsche Voetbal Bond Soerakarta, dan Statuntennja akan dipohonkan hak recht persoon kepada pemerintah. Madjoekah kepada sport,” tulis koran Darmo Kondo.

Di koran tersebut diberitakan ada empat tim lokal Solo yang diketahui baru saja membentuk sebuah perkumpulan sepakbola bernama VVB. Tim lokal tersebut adalah Legion, Romeo, Mars, dan De Leeuw.

Jika merujuk tulisan di koran tersebut, bisa dipastikan VVB sudah terbentuk tak lama setelah tulisan di koran tersebut diterbitkan.

“Koran Darmo Kondo tersebut bisa dilihat di Perpustakaan Nasional RI di Jakarta. Yang memang menuliskan secara jelas pembentukan VVB yang jadi nama awal Persis Solo,” ucapnya

Diketahui Darmo Kondo di tahun tersebut terbit sepekan dua kali. Setelah edisi 31 Maret 1923 tersebut, di edisi bulan April dan Mei hampir di tiap edisinya terdapat pembahasan tentang pertandingan sepakbola. Bahkan di Kota Solo digelar sebuah pertandingan amal dengan mengundang tim dari luar Solo untuk menyemarakan acaranya.

Tanggal lahir Persis semakin bercabang, setelah melihat koleksi piala Persis Solo di Balai Persis.  Di mana, di sana terdapat sebuah piala kecil berbentuk seperti sebuah cangkir yang berusia paling tua dari puluhan piala yang ada di dalam lemari bertingkat tiga tersebut. Di badan piala tersebut masih terlihat jelas pahatan bertuliskan “Klaten 3-9-23” serta “1898-1923” di dindingnya.

“Jika merujuk tanggal di sana, besar kemungkinan piala ini diberikan pada acara puncak pertandingan sepakbola, yang digelar pas tanggal 3 September 1923. Tanggal tersebut adalah dua bulan sebelum tanggal berdirinya Persis versi klaim tanggal 8 November. Jelas situasi ini makin membuat saya jadi bertanya-tanya di dalam hati juga. Situasi ini membuat pemahaman saya semakin bercabang,” tuturnya.

Apakah piala itu dipastikan milik Persis, atau tidak?. Kondisi ini jelas perlu pendalaman kembali. Hal ini lantaran Persis merupakan sebuah tim besar, yang menaungi banyak tim lokal di dalamnya. Terlebih, Balai Persis zaman dulu digunakan sebagai tempat pertemuan tim-tim lokal di Kota Solo, kegiatan utamanya untuk membahas permasalahan terkait sepakbola.

“Bisa saja piala tersebut milik tim lokal yang sudah lebih dulu eksis sebelum Persis berdiri, seperti Romeo, Mars atau De Leeuw. Tapi bukan tidak mungkin juga, kalau piala tersebut memang adalah piala koleksi awal VVB/Persis saat baru berdiri,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here