PSIM Jogja Temui Calon Investor, Sanksi Komdis PSSI Jadi Pertimbangan

0
Winger PSIM Jogja, Hendrico Satriadi sat merayakan golnya ke gawang Persiwa Wamena dalam lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung Bantul. Foto : Richie Setiawan

PSIM Jogja berusaha mendapatkan investor baru menatap kompetisi Liga 2 2019. Penjajakan awal sudah dilakukan di Jakarta pekan lalu.

Saat ini tahapan kerja sama baru mencapai 60 persen. Calon investor masih melihat soal sanksi dari komite disiplin PSSI pada Laskar Mataram.

Sanksi yang dimaksud adalah lima laga tanpa penonton pada Liga 2 2019. Sanksi itu dijatuhkan Komdis PSSI atas ulah oknum saat partai lawan PS TIRA dalam Piala Indonesia 2018/2019 di Stadion Sultan Agung Bantul.

“Salah satu yang ditanyakan memang soal sanksi kemarin,” kata Ketua Umum PSIM Jogja, Agung Damar Kusumandaru kepada KAMPIUN.ID. “Yang jelas menuju 100 persen, kita akan lakukan pertemuan lagi,” imbuhnya.

Agung mengatakan, pada dasarnya calon investor punya visi misi untuk membesarkan PSIM. Pada 2020 pun diharapkan PSIM sudah berada di kasta tertinggi Liga Indonesia.

“Tentu investor berharap PSIM ada di Liga 1,” ucapnya.

Bila proses negosiasi berjalan lancar, PSIM langsung memulai persiapan. Ada sekitar 14 pemain musim lalu yang layak dipertahankan. Beberapa pemain kini sudah dihubungi, salah satunya Supriyadi Eeng yang diinginkan Persis Solo.

“Kita ukur pembiayaan baru kemudian masuk ke tim. Beberapa masih terkonfirmasi gabung PSIM musim ini,” tuturnya.

Informasi yang didapatkan KAMPIUN.ID, PSIM Jogja dilihat investor punya potensi menjadi klub besar. Stadion Mandala Krida kini sudah memiliki kapasitas 35 ribu tempat duduk. Ketika main di Bantul, jumlah penonton kerap lebih dari 10 ribu.

Yang belum digarap maksimal adalah potensi parisiwata di Jogja. PSIM belum menjadi bagian dari industri pariwisata, layaknya klub Bali United di Pulau Dewata.

Lebih penting lagi soal suporter. Bila sanksi seperti laga tanpa penonton terulang lagi, dari segi bisnis hal itu sangat berpengaruh. Selain citra PSIM menurun, pendapatan dari tiket penonton bisa hilang.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here