Beri Kekalahan Kelima CLS Knights, Wakil Tiongkok Akui Lebih Beruntung

0
Para penggawa CLS Knights Indonesia saat berdoa. Foto : Official CLS Knights

SURABAYA – Chong Son Kung Fu sukses mengalahkan CLS Knights Indonesia 86-83 pada lanjutan kompetisi ASEAN Basketball League di GOR Kertajaya Surabaya, Sabtu (6/1/2018). Kemenangan itu diakui tak lepas dari faktor keberuntungan.

Hal tersebut diungkapkan roster andalan Chong Son, Anthony Tucker. Dalam pertandingan itu, Tucker mencetak 22 poin, sepuluh rebound dan delapan assist. Perolehan itu mengungguli andalan tuan rumah, Mario Wuysang yang mencatatkan 19 angka, tujuh rebound dan lima asisst.

“Ini merupakan salah satu pertandingan terberat yang pernah saya alami. CLS Knights memberikan perlawanan yang sangat bagus dihadapan suporter mereka yang fantastis. Kadang dalam basket kita butuh yang namanya keberuntungan dan pada hari ini keberuntungan ada di pihak kami,” kata Anthony Tucker dalam rilis CLS Knights kepada KAMPIUN.ID, Sabtu (6/1/2018).

Ditambahkan pelatih kepala Chong Son Kung Fu, Dube Brais Charles, CLS Knights sebenarnya tampil sangat solid. Dia pun mengakui timnya begitu kesulitan dalam mendulang angka. Selain permainan tim, hal itu juga dipengaruhi kehadiran suporter CLS Knights yang begitu luar biasa.

“Game yang sangat bagus dan luar biasa untuk kedua tim. Saya berikan apresiasi untuk para pemain saya dan juga tentunya tuan rumah CLS Knights Indonesia. Energi fans mereka luar biasa dan Mario Wuysang dan para pemain CLS Knights lainnya juga tampil gemilang di game ini. Saya kagum dengan organisasi CLS Knights Indonesia yang mampu mengorganisasi tim dan fansnya yang fanatik,” ungkap Dube Brais Charles.

Salah satu aksi Mario Wuysang dalam pertandingan melawan Chong Son Kung Fu pada lanjutan kompetisi ASEAN Basketball League di GOR Kertajaya Surabaya, Sabtu (6/1/2018). Foto : Official CLS Knights

Terpisah, Pelatih Kepala CLS Knights Indonesia, Koko Heru Setyo Nugroho mengapresiasi penampilan timnya. Para pemain sudah membuktikan bahwa sebenarnya tim Indonesia bisa bersaing dalam level basket Asia.

“Kita sebenarnya bisa bersaing dengan lainnya. Kami memang mengalami kekalahan tapi kita bisa compete dengan Slingers yang menjadi runner up musim lalu, juga dengan Hong Kong Eastern dan kali ini dengan tim asal Cina Chong Son Kung Fu. Basketball God tidak berpihak kepada saya, tapi kami masih optimis menatap game selanjutnya,” papar Koko.

Ditambahkan kapten CLS Knights, Sandy Febiansyakh, Tiongkok memiliki kualitas basket yang jauh lebih baik dari Indonesia. Namun semangat juang para pemain membuat tim tamu dipaksa bekerja keras.

“Selalu ada hal pembelajaran dari setiap game. Kedepannya kita harus menjaga “attitude bermain” dan komunikasi di lapangan harus lebih baik lagi. Seperti kata coach Koko, selalu ada kesempatan pada game selanjutnya dan asa itu selalu kami jaga hingga kompetisi selesai, ” ungkap Sandy Febiansyakh.

Pada pertandingan selanjutnya CLS Knights Indonesia akan menghadapi Singapura Slingers pada tanggal 14 Januari 2018 di GOR Kertajaya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here