23 Tim Basket Bersaing di Liga Mahasiswa Regional Jateng dan DIY

0
General Manager LIMA Rida Achmad (tengah) didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni UII Dr Rohidin (kiri) dalam jumpa pers Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball CJYC di Hotel Cakra Kusuma, Depok, Sleman, Selasa (17/7/2018). Foto : Nofik Lukman Hakim

Persaingan ketat akan terjadi pada ajang Liga Mahasiswa (LIMA) Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Cenference (CJYC) 2018. Ada 13 tim putra dan sepuluh tim putri yang akan berebut tiket menuju tingkat nasional.

Ada dua tiket untuk tim putra dan satu tiket tim putri menuju LIMA Basketball Nationals. Persaingan 23 tim ini akan dimulai Rabu (18/7/2018) di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII).

13 tim putra berasal dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia.

Lalu Universitas Sanata Darma, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Negeri Semarang, Universitas Semarang, Universitas Diponegoro, Universitas Dian Nuswantoro dan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Sementara sepuluh tim putri merupakan perwakilan dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sanata Darma, Universitas Negeri Semarang, Universitas Diponegoro, Universitas Dian Nuswantoro dan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

“Selalu menggembirakan melihat antusiasme besar terhadap pergelaran LIMA, seperti yang terlihat di LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta 2018 ini. Antusias besar ini telah menjadi awal bagus menuju keberhasilan pergelaran,” terang Chief Executive Officer (CEO) LIMA, Ryan Gozali.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni UII Dr Rohidin mengaku bangga UII kembali dipercaya sebagai tuan rumah. Hal ini merupakan wujud komitmen UII untuk mendukung kegiatan positif bagi mahasiswa di bidang olahraga.

“Tahun ini tentu saja memasang target juara,” tegas Dr Rohidin dalam jumpa pers di Hotel Cakra Kusuma, Depok, Sleman.

Sementara itu, General Manager LIMA Rida Achmad mengatakan pihaknya terus meningkatkan kualitas dari penyelenggaraan ajang ini. Khusus untuk basket kategori putra, semua tim peserta tak diperbolehkan menggunakan pemain yang terdaftar sebagai pemain di Indonesia Basketball League (IBL).

Lalu untuk kategori putri, setiap tim boleh mendaftarkan delapan pemain yang berstatus profesional. Namun untuk yang berada di lapangan hanya diperbolehkan tiga pemain saja. Hal ini guna menjaga persaingan dan membuka ruang bagi para pebasket mahasiswa menunjukkan kualitasnya.

Para pemain yang menonjol nantinya punya peluang direkrut tim-tim dari IBL. Apalagi saat ini sudah ada kerja sama antara LIMA dengan IBL soal perekrutan pemain basket yang main di LIMA.

“Hampir dua tahun kita kejar kerja sama ini dan akhirnya pada tahun ini bisa terlaksana. Semoga ada banyak pemain yang bisa menuju jenjang profesional,” ucapnya.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here