Sigit Budiarto Bersemangat Pantau Pebulutangkis Potensial di Karanganyar

0
Para peserta saat menjalani proses screening dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR RM Said, Karanganyar, Sabtu (4/8/2018) siang. Foto : Nofik Lukman Hakim

Sigit Budiarto begitu senang melihat proses Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR RM Said, Karanganyar, Sabtu (4/8/2018). Kedatangan 871 peserta menunjukkan tingginya animo untuk kembali menjadi pebulutangkis.

Jumlah 871 peserta ini meningkat pesat dibanding penyelenggaraan tahun lalu. Ada kenaikan sekitar 200 peserta. Persebaran peserta pun tak hanya didominasi wakil Kota Solo. Para atlet dari Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten hingga Sragen pun menunjukkan peningkatan.

Bahkan ada pula peserta yang sengaja datang dari Asahan hingga Toba Samosir di Sumatera Utara. Sigit melihat para peserta yang datang menunjukkan semangat tinggi. Mereka punya keinginan besar untuk menjadi bagian dari PB Djarum.

“Angka 871 ini luar biasa. Naik sekitar 200 peserta dari tahun lalu, tentunya ini salah satu hal positif bagi bulutangkis Indonesia. Dan para peserta ini tidak hanya datang dari Solo, tapi juga daerah-daerah di Karesidenan Surakarta,” terang Sigit, Sabtu (4/8/2018) sore.

Dalam memantau para pebulutangkis potensial, Sigit tak sendirian. Juara dunia tahun 1997 ini ditemani Fung Permadi, Basri Yusuf, Yuni Kartika, Sigit Budiarto, Alvent Yulianto, Tri Kusharjanto, dan Sulaiman sebagai tim pencari bakat.

Pada tajap screening, ada 265 peserta yang datang. Untuk kategori U-13 putra menjadi yang paling banyak melewati tahap screening, dengan 77 peserta. Kemudian disusul U-11 putra dengan 64 peserta serta U-15 putra dengan 51 peserta.

Sementara kategori putri U-11 meloloskan 23 peserta, U-13 putri ada 26 peserta serta U-15 putri ada 24 peserta. Menurut Sigit, para atlet tidak hanya dilihat dari teknik dasar bermain bulutangkis atau kemenangan dalam tahap screening. Tapi juga postur tubuh yang dinilai punya prospek untuk kedepannya.

“Ini baru tahapan awal, masih ada dua hari ke depan di tahap turnamen bagi mereka untuk saling bertarung. Di sisi lain, ada beberapa peserta, khususnya di sektor putri yang memiliki postur tubuh tinggi. Keuletan yang ditunjukkan pada tahap Screening, tentunya akan menguntungkan bagi si atlet saat bertanding,” jelas Sigit.

Mulai Minggu (5/8/2018 ini, para peserta yang lewat tahap screening akan dipertandingkan dalam sistem turnamen. Mereka akan berebut super tiket menuju babak final di GOR Djarum, Jati, Kudus, 7-9 September mendatang.

Wakil eks karesidenan Surakarta bersaing dengan perebut super tiket dari Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Purwokerto, Surabaya, Cirebon dan Kudus.

Nofik Lukman Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here