Tak Penuhi Target Dua Medali Emas, Manajer Tim Bridge Indonesia Minta Maaf

0
Atlet Bridge Indonesia, Freddy Eddy Manoppo (kiri) dan Hengky Lasut (kanan) saat bertanding melawan Singapura dalam final sesi 1 Men Pair Asian Games ke-18 tahun 2018 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (31/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Andry Prasetyo/Ttn/18.

Cabang bridge gagal memenuhi target raihan dua medali emas di Asian Games 2018. Di pertandingan hari terakhir yang mempertandingkan tiga nomor final di Jakarta, Sabtu (1/9/2018), mereka hanya meraih dua medali perunggu.

Tiga nomor final tersebut adalah pasangan putra, pasangan putri dan pasangan campuran. Kedua perunggu diraih oleh pasangan legendaris Henky Lasut/Eddy Manoppo di nomor pasangan putra dan pasangan campuran Taufik Asbi /Lusje Bojoh.

Sementara di nomor pasangan putri, pasangan Rury Andhani/Conny Sumampouw hanya menempati peringkat keenam dari total 12 pasangan yang lolos ke putaran final. Dua rekannya, Fera Damayanti /Riantini dan Nunung Yulianti/Nettin Erinda harus puas di urutan ke-8 dan 12.

Tiga medali emas yang diperebutkan di pertandingan hari terakhir itu dibagi rata oleh China (pasangan putri), India (pasangan putra) dan Chinese Taipei (pasangan campuran).

Usai pertandingan, manajer tim bridge Indonesia Eka Wahyu Kasih menyampaikan permohonan maaf.

“Indonesia hanya dapat total empat perunggu dari target dua emas, saya mohon maaf kepada pemerintah, KONI, INASGOC dan seluruh masyarakat atas kegagalan ini,” kata Eka yang juga Ketua Umum PB GABSI itu, dikutip dari situs resmi Asian Games.

“Saya yang paling bertanggung jawab dan saya tidak mau mencari alasan. Seluruh atlet dan pelatih sudah bekerja keras dan uji coba ke luar negeri,” katanya.

Sementara itu pasangan Henky Lasut /Eddy Manoppo mengakui bahwa meski sudah melakukan uji coba ke luar negeri. Namun, ternyata hal itu masih belum cukup untuk mengejar ketinggalan dari negara lain, terutama China.

“Profesional dalam arti atlet benar-benar menekuni bridge sebagai pekerjaan dan tidak menyambi pekerjaan lain, seperti yang dilakukan atlet China dan Singapura,” katanya.

China keluar sebagai juara umum cabang bridge dengan meraih tiga emas dari enam nomor yang dipertandingkan. Mereka disusul Chinese Taipei, India dan Singapura yang masing-masing satu emas.

Chrismansyah Prayogo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here