Diwarnai Tangis Haru, Liliyana Ucapkan Selamat Tinggal pada Bulutangkis

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (via badmintonindonesia.org)

Liliyana Natsir tak mampu membendung rasa haru kala seluruh Istora menggemakan namanya. Setelah 24 tahun mengarungi perjalanan di bulutangkis, kini sampailah ia di penghujung kariernya.

Mengapresiasi besarnya pengorbanan dan deretan prestasi yang telah mengangkat nama Indonesia di kancah dunia, digelar Liliyana Natsir’s Farewell Event, tepat sebelum laga final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan. Sebelum memasuki arena, Liliyana tak dapat menahan jatuh air matanya kala ia melihat video dimana orang-orang terdekatnya, Richard Mainaky, Nova Widianto dan Vita Marissa memberikan kesan-kesan tentangnya.

Liliyana memasuki Istora didampingi 17 atlet pelatnas, menggambarkan 17 tahun Liliyana berada di Pelatnas PBSI Cipayung. Dalam acara ini turut hadir Menteri Pemuda dan Olahrgaa RI Imam Nahrawi dan Ketua Umum PP PBSI Wiranto.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan Butet kepada Indonesia. Momen medali emas Olimpiade Rio 2016 adalah momen terfavorit saya selama menjadi menteri,” kata Imam yang disambut riuh tepuk tangan penonton.

“Saat ini kita akan ditinggalkan pemain legendaris yang sudah mengukir prestasi yang luar biasa. Pemain terlama yang menghuni pelatnas selama 17 tahun, di pelatnas itu penuh perjuangan dan tidak mudah”

“Ini menjadi pelajaran untuk atlet muda agar bisa mengikuti jejak Butet untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia. Terima kasih kepada Butet yang sudah mengharumkan nama Indonesia dengan prestasi-prestasinya,” sebut Wiranto.

Usai menyampaikan sambutannya, Wiranto menyerahkan cendera mata berupa action figure Liliyana Natsir.

Dengan terbata-bata, Liliyana membuka kata sambutannya. Ia bahkan harus berhenti bicara beberapa kali untuk menahan jatuh air matanya.

“Hari ini adalah hari yang berat buat saya. Minggu 27 Januari 2019, saya menyatakan pensiun sebagai atlet bulutangkis. Dunia ini yang membesarkan nama saya, saya tidak pergi menjauh, tapi memberikan kesempatan kepada adik-adik saya untuk menjadi pemenang baru,” kata Liliyana.

“Saya juga ingin menyampaikan pesan motivasi kepada adik-adik saya para pemain muda. Kekalahan itu tidak memalukan, yang memalukan itu menyerah,” tuturnya.

Liliyana pun berkata bahwa begitu banyak pihak yang mendukungnya selama ia menjadi pemain bulutangkis. Untuk itu ia ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang tak henti-hentinya memberi support.

Mulai dari keluarganya, pelatih, para pemain pelatnas, PB Djarum, sponsor, Menpora, Ketum PBSI, para pendukung serta tak lupa pasangan mainnya, mulai dari Nova, Vita hingga Tontowi.

Di akhir acara, Liliyana mendapat kejutan dari kedua orangtuanya yang hadir dalam acara ini.

Chrismansyah Prayogo