Menengok Kiprah PB Djarum di Superliga Badminton dari Tahun ke Tahun

Tim PB Djarum (via badmintonindonesia.org)

Ajang bergengsi Djarum Superliga Badminton 2019 semakin dekat. Turnamen beregu yang menggunakan format Thomas dan Uber ini akan segera berlangsung di Gedung Sabuga, Bandung tanggal 18-24 Februari 2019 mendatang.

Dikutip dari situs resmi mereka, sejak pertama kalinya dihelat pada tahun 2007 silam, PB Djarum Kudus tak pernah absen mengirim skuad putra dan putri terbaiknya. Tahun ini, tim PB Djarum bakal datang dengan kekuatan penuh.

Jika menilik kebelakang, memang catatan terbaik yang pernah didapatkan oleh tim yang bermarkas di Kudus. Yakni dua kali menjadi finalis bagi tim putra dan empat kali menjadi semifinalis bagi tim putri.

Pada penyelenggaraan Djarum Superliga 2007 silam PB Djarum berhasil merebut gelar juara ketiga usai menaklukan Suryanaga Gudang Garam Surabaya, dengan skor poin 3-1.

Empat tahun berikutnya tepatnya pada tahun 2011 PB Djarum masih teguh pendirian dengan menurunkan pemain-pemain lokal binaanya. Hasilnya pun sedikit ada peningkatan dari sebelumnya.

Namun di tahun 2013 itu hasil kurang memuaskan didapat oleh tim putra setelah gagal melaju ke babak empat besar dan kalah babak penyisihan group. Satu tahun berselang pada Djarum Superliga Badminton 2014 menjadi sejarah kelam PB Djarum, kala tim putra maupun tim putri PB Djarum sama-sama harus terhenti di penyisihan.

Pada Djarum Superliga Badminton 2015 yang kala itu berlangsung di Denpasar, Bali, untuk pertama kalinya PB Djarum memutuskan untuk menarik pemain asing dan hasilnya pun mengalami peningkatan.

Terakhir di tahun 2017 lalu, tim putra PB Djarum kembali belum berhasil mencatatkan sejarah baru setelah kembali finis di posisi kedua usai menelan kekalahan yang sama dari Musica Champions dengan 2-3. Sedangkan tim putri terpaksa belum berhasil melaju ke semifinal usai terhenti di babak penyisihan grup.

Chrismansyah Prayogo