Yulfira/Maretha Perpanjang Asa Mutiara Cardinal Bandung di Djarum Superliga Badminton 2019

Yulfira Barkah/Maretha Dea Giovani (via badmintonindonesia.org)

Yulfira Barkah/Maretha Dea Giovani dari Mutiara Cardinal Bandung sukses menahan laju tim Saishunkan Nihon-Unisys di babak penyisihan grup Y Djarum Superliga Badminton 2019. Kemenangan Yulfira/Maretha atas Chisato Hoshi/Reika Kakiiwa, 19-21, 21-11, 21-13, membuat kedudukan kedua klubimbang 1-1.

Keadaan memang sempat genting karena tim Mutiara Cardinal Bandung kehilangan game pertama lewat kekalahan Gregoria Mariska Tunjung atas Ayumi Mine, dengan skor 13-21, 16-21. Mutiara mau tak mau harus memenangkan laga penyisihan ini jika ingin mengamankan tiket semifinal.

“Memang sempat tegang sih dengan kekalahan Gregoria, tapi tadi kami tidak mau terlalu memikirkan. Karena kalau terlalu dipikirkan, kami akan tambah terbebani. Jadi kami fokus saja di pertandingan kami, di sektor masing-masing dulu,” ujar Yulfira saat diwawancara Badmintonindonesia.org.

“Sebetulnya kami cukup diuntungkan dengan shuttlecock yang kencang ini saat melawan pemain Jepang. Mereka tipe mainnya cepat dan tenaganya kuat. Kami sering tertinggal di perolehan angka, tapi kami akhirnya bisa mengatasi,” tambah Yulfira.

Status juara bertahan juga sebisa mungkin tak terlalu dijadikan beban bagi Yulfira/Maretha. Berbeda dengan superliga sebelumnya, tim Mutiara Cardinal Bandung kali ini diperkuat pemain asing baik di sektor tunggal maupun ganda. Di ganda putri ada pasangan Korea, Kim Ha Na/Eom Hye Won.

“Saat ini manajer dan tim pelatih masih terus melihat peluang dan cari komposisi permainan yang tepat untuk tim kami. Tapi adanya pemain asing tentunya menambah kekuatan tim Mutiara,” jelas Maretha.

“Kami pokoknya kasih perjuangan terbaik dulu, Mutiara memang jadi juara bertahan tapi jangan dijadikan beban, dijadikan semangat saja,” pungkasnya.

Chrismansyah Prayogo