Indonesia Menempatkan Lima Wakil di German Open

Aksi dari pasangan ganda campuran Preveen/Melati. Foto: Badmintonindonesia

Indonesia berhasil mengirimkan lima wakil di perempatfinal German Open. Mereka adalah  Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

Tiga wakil yang gagal melaju ke perempatfinal adalah pasangan ganda putra Angga Pratama/Rian Agung Saputro, serta dua pasangan ganda putri, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris.

Sementara itu Anthony Sinisuka Ginting berhasil melaju setelah lawannya Huang Yuxiang mengundurkan diri di tengah pertandingan. Sedangkan Jonathan Christie  mengalahkan Pablo Abian dalam dua gim langsung 21-14 dan 21-19.

Di sector ganda putra, Indonesia menempatkan dua wakilnya di peremptfinal. Pasangan Hendra/Ahsan melaju setelah menaklukkan pasangan dari Denmark dalam tiga set, 21-17, 11-21, dan 21-6. Sementara Fajar/ Rian mengandakan perlawanan Rapahael Beck/Sam Magee dalam dua gim langsung 21-14 dan 21-17.

Pasangan Preveen/Melati berhasil mengalahkan pasangan Belanda. Mereka melakukan comeback setelah di set pertama kalah 21-23. Kemudian di gim kedua mereka membalikkan keadaan dengan skor 21-15 dan 21-14.

Baca Juga  Piala Sudirman: Menjajal Denmark, Indonesia Belum Tentukan Pemain yang Diturunkan

Praveen/Melati memang mendapat perlawanan sengit dari lawan mereka. Servis Praveen yang dinyatakan fault sebanyak lima kali, juga membawa pengaruh pada permainan pasangan Indonesia ini.

“Kami belum pernah bertemu, sudah sempat nonton video pertandingan, dan mereka menerapkan pola main yang berbeda, jadi kami harus meraba lagi dari awal.  Soal servis memang mengganggu, jadi saya konsennya lebih ke servis terus,” kata Praveen usai laga.

Di perempat final, Praveen/Melati akan ditantang pasangan Denmark, Niclas Nohr/Sara Thygesen. Melati mengaku lebih waspada dengan pasangan ini. Menurutnya pasangan dari Eropa bakal lebih  bagus bermain di tanah Eropa.

“Entah ini sugesti saya atau apa, tetapi mungkin mereka merasa bermain sebagai tuan rumah, artinya masih di Eropa, dan sudah lebih bisa beradaptasi dengan suasananya. Jadi intinya kami harus lebih waspada lagi,” ujar Melati dikutip dari Badmintonindonesia.