BWF Wacanakan Pergantian Skor, PBSI Menolak Keras

Aksi pebulutangkis putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. Foto: BWF

JAKARTA – Indonesia ternyata penolakan keras usulan kebijakan baru federasi bulutangkis dunia (BWF) terkait perubahan sistem skor pertandingan. Hal ini akan disampaikan pada BWF Annual General Meeting (AGM) yang berlangsung di Bangkok, Sabtu (19/5). Sikap yang sama juga tunjukkan oleh beberapa negara Asia lainnya.

Sebelumnya BWF mewacanakan penggantian skor, dari 21 x 3 game, menjadi 11 x 5 game.

“Indonesia menolak kebijakan tersebut. Karena kami ingin tetap membuat bulutangkis menarik bagi penonton dan juga pebisnis. Karena dengan skor 11, pertandingan kemungkinan akan lebih singkat dan penonton akan merasa rugi,” kata Achmad Budiharto, Sekjen PP PBSI yang dikutip dari situs resmi PBSI.

“Alasan lainnya karena pemain kami sudah enjoy dengan sistem yang saat ini. Kalau ada yang harus berubah, cukup memberatkan karena harus beradaptasi lagi,” lanjut Budiharto.

Selain aturan skor, wacana perubahan pendampingan atlet juga akan dibahas. Dimana keberadaan pelatih nantinya hanya boleh di game ketiga dan kelima. Wacana pengaturan servis juga akan ditentukan dalam AGM kali ini.

Keputusan lebih lanjut, nantinya akan ditentukan hari ini (19/5) melalui pemungutan suara atau voting.