Hafiz/Gloria Kandidat Terkuat Wakili Indonesia ke Olimpiade Tokyo 2020

Pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (Badmintonindonesia.org)

Pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja mencuat sebagai kandidat kuat untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka berada di urutan pertama dalam daftar kandidat ganda campuran yang akan berlaga di event olahraga empat tahunan tersebut.

Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Richard Mainaky mengatakan, performa keduanya sejauh ini terbilang cukup menjanjikan.

“Hafiz/Gloria memang nominasi pertama karena mereka sedang ada di Top 10, jelas ini mempermudah mereka untuk kualifikasi ke olimpiade. Pasangan lainnya perlu digenjot lagi dan dilihat performanya bagaimana. Soal Debby (Susanto), dia sudah tegaskan untuk main hingga kontrak selesai sampai akhir tahun ini,” ungkap Richard, dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Meski demikian, Richard mengatakan bahwa pekerjaan rumah Hafiz/Gloria masih banyak. Tugas mereka pun cukup panjang.

“Yang jelas saya sudah punya pegangan satu pasangan untuk olimpiade, tetapi saya tetap gencar untuk cari pasangan-pasangan lain hingga dapat dua sampai tiga pasang pelapis,” sebut Richard.

Pekan lalu, tim Indonesia sukses meraih prestasi di ajang Thailand Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 500. Gelar dipersembahkan oleh pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Hafiz/Gloria.

Baca Juga  Lalu Muhammad Zohri Patahkan Rekor 10 Tahun Suryo Agung

Gelar di Thailand Open merupakan yang pertama bagi Hafiz/Gloria. Raihan ini menjadi titik terang soal regenerasi ganda campuran.

Gebrakan Hafiz/Gloria sudah mulai terlihat saat mereka mampu menaklukkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di All England 2018. Kemudian, disusul dengan kemenangan atas Mathias Christiansen/Christinna Pedersen (Denmark), di turnamen Malaysia Open 2018.

Penampilan mereka makin konsisten hingga akhirnya lolos ke semifinal turnamel level elit Blibli Indonesia Open 2018.

“Saya sedikit lega melihat perkembangan Hafiz/Gloria, saya sudah melihat peningkatan mereka dari Malaysia Open 2018. Khususnya Hafiz, jadi saya puas setelah saya rekrut dari ganda putra, dengan kerja kerasnya menjalani program saya, sekarang mulai berbuah manis,” kata Richard.

“Setelah Edi (Subaktiar) cedera, memang saya sengaja memasangkan Hafiz dengan Gloria, karena pola keduanya cocok. Pertahanan Gloria cukup baik. Cukup cepat juga progress mereka, saya bentuk polanya dalam setahun dan sudah mulai melekat di mereka. Sampai saat ini mereka konsisten dan paham dengan pola itu,” jelasnya.

Chrismansyah Prayogo