Begini Evaluasi Tim Pelatih dan Susy Susanti untuk Kevin/Marcus di Dua Turnamen Eropa

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (via badmintonindonesia.org)

Indonesia memetik hasil cukup memuaskan kala berlaga di dua turnamen Eropa. Ajang Denmark Open 2018 ditandai dengan satu gelar juara yang diraih oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Namun, di French Open 2018 Kevin/Marcus menjadi runner up setelah dikalahkan Han Chengkai/Zhou Haodong dari Tiongkok.

Kevin/Marcus berpeluang memenangkan game pertama saat unggul pada kedudukan game point 20-18. Namun keduanya tak dapat memanfaatkan keunggulan dan tersusul oleh Han/Zhou.

“Pada game pertama, Kevin/Marcus bermain terlalu terburu-buru, sedangkan lawan sangat baik dalam pengembalian bola-bola datar (drive). Memang poin ini sangat disayangkan karena tidak bisa memanfaatkan dua kali kesempatan game point, karena lebih baik di game pertama menang dulu,” ujar Aryono Miranat, pelatih ganda putra yang mendampingi Kevin/Marcus.

“Kevin/Marcus bermain dengan tempo lebih lambat di game kedua dan mereka bisa kontrol setiap pukulan. Tetapi di game ketiga, lawan kembali memaksa bermain cepat dengan bola-bola datar yang baik dan memaksa Kevin/Marcus pun selalu dalam posisi bertahan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menilai capaian di Denmark dan French Open 2018 sudah cukup baik.

“Secara keseluruhan hasil di dua kejuaraan di Eropa cukup baik, untuk Kevin/Marcus di final (French Open 2018) mungkin harus lebih tenang dan lebih fokus lagi, terutama dalam menghadapi pasangan Tiongkok ini yang di tiap pertemuannya selalu ramai,” ujar Susy kepada badmintonindonesia.org.

“Tetap kami harapkan semua atlet bisa terus bekerja keras lagi untuk meningkatkan prestasi dan performa mereka. Khususnya bagi sektor yang belum mampu memberikan prestasi tertinggi,” tambahnya.

Chrismansyah Prayogo