Ayu Sriartha, Perjuangan Melawan Trauma Cedera ACL

Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma saat berpose di Dixie Dining, Jogja. Foto : Nofik Lukman Hakim

Performa Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma pada playoffs Srikandi Cup 2018/2019 terbilang mengejutkan. Gadis cantik asal Gianyar ini langsung memberi kontribusi besar pada Merpati Bali, meski baru saja rehat enam bulan untuk penyembuhan cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL).

Cedera ACL didapat Ayu saat mengikuti kejuaraan di Malaysia pada 4 September 2018 lalu. Kala itu, Ayu merasakan sakit pada lutut kaki kiri setelah melakukan gerakan spin. Dari hasil pengecekan, ACL gadis kelahiran 20 November 1998 ini ternyata bermasalah.

Ayu  kemudian menjalani operasi di Filipina pada 17 September 2018. Selama enam bulan, Ayu Sriartha menepi dari lapangan basket.

Dia kembali turun dalam dua pertandingan melawan GMC Cirebon pada 3 April 2019 dan 5 April 2019. Pertandingan itu bisa dibilang sebagai tahap penyesuaikan. Meski begitu, kontribusinya cukup bagus. 12 poin dan 11 rebound dicatatkannya.

Performanya semakin menanjak pada fase playoffs. Saat melawan Flying Wheels Makassar, Ayu tampil selama 16 menit 41 detik. Ayu mencatatkan sembilan rebound dan dua poin. Kemudian saat melawan Sahabat Semarang, Ayu menyumbang 10 poin dan 11 rebound.

Ayu menjadi kunci di bawah ring. Saat partai semifinal yang berjalan sengit melawan Tanago Friesian Jakarta, Jumat (26/4/2019) malam, Ayu yang tampil selama 22 menit 58 detik mencetak delapan poin dan mencatatkan 11 rebound.

Kontribusi Ayu bisa dibilang luar biasa, untuk seorang yang baru saja sembuh dari cedera ACL. Dia bisa melawan trauma cedera lutut yang menjadi momok bagi pebasket manapun di dunia.

Baca Juga  Seleksi Sepuluh Hari di Jakarta, Babel United Dapatkan 22 Pemain

“Saya sempat bertanya pada diri saya sendiri, apakah saya mampu main kayak kemarin lagi. Harus diakui susah banget buat menghilangkan trauma cedera ini. Tapi berkat dorongan dari orang tua, keluarga, teman-teman dan pelatih, semua bisa saya lewati,” kata Ayu saat berbincang dengan KAMPIUN.ID di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat (26/4/2019) malam.

Pemain Merpati Bali, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma berusaha menutup pergerakan pemain Flying Wheel Makassar pada partai playoffs Srikandi Cup 2019 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (22/4/2019). Foto : Nofik Lukman Hakim

Mental tangguh yang dimiliki Ayu sejatinya sudah tergambarkan dari perjuangan menekuni basket sejak masih duduk di bangku SMP. Saat meniti karir di tim junior Merpati Bali, dia harus berjuang keras untuk sampai ke tempat lapangan.

Jarak rumahnya dari Gianyar ke Denpasar sejauh 30 kilometer. Artinya, hampir dua jam dalam sehari waktunya habis di jalanan Gianyar-Denpasar.

“Seringkali belum latihan, saya sudah capek duluan di jalan. Tapi saya tidak pernah menyerah dengan kondisi itu. Apalagi orang tua memberikan dukungan penuh agar saya tetap di basket,” kenang Ayu dalam perbincangan pertama di Dixie Jogja.

Usaha itu terbayarkan dengan keberhasilan Ayu menembus tim U-15 Bali hingga menjadi wakil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Jersey Timnas Indonesia pun dalam dua tahun terakhir jadi miliknya

Baca Juga  Hadapi Persebaya, Kalteng Putra Punya Semangat Berlipat

Namun, come back setelah diterpa cedera ACL tentunya tak akan lengkap tanpa gelar Srikandi Cup 2018/2019. Ayu bertekad mempersembahkan gelar dengan mengalahkan Sahabat Semarang dalam partai final, Sabtu (27/4/2019) malam.

“Perjalanannya tidak ingin sampai disini saja. Saya punya keinginan membawa Merpati Bali jadi juara Srikandi Cup. Tinggal satu langkah lagi, saya dan teman-teman harus tetap fokus,” tutur Ayu.

Di tim Sahabat Semarang, ada Yuni Anggraeni dan Dyah Lestari yang jago rebound. Keduanya pun cukup rajin dalam mencetak angka. Bila Ayu bisa menghentikan laju keduanya, seperti saat fase grup lalu, gelar akan berada di genggamannya.

Nofik Lukman Hakim