Final Srikandi Cup, Sahabat Semarang Tantang Merpati Bali

Pemain Merpati Bali, Lamia Rasidi berusaha mengganggu pergerakan pemain Tanago Friesian, Christine Tjundawan dalam babak semifinal di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Jumat (26/4/2019). Foto : Nofik Lukman Hakim

Final ideal tercipta pada kompetisi bola basket putri Srikandi Cup 2019. Merpati Bali akan ditantang Sahabat Semarang di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Sabtu (27/4/2019) sore.

Bagi Merpati Bali, kesempatan masuk final mengulang pencapaian musim lalu. Namun kali ini Tania Rasidi dan kawan-kawan ingin meraih hasil lebih baik. Bila musim lalu ditumbangkan Surabaya Fever 47-61 pada partai puncak, kali ini Merpati Bali ingin jadi juara.

Keberhasilan Merpati Bali melaju ke partai final diraih dengan perjuangan luar biasa. Pada kuarter pertama babak semifinal, Jumat malam, Merpati Bali sempat tertinggal dari Tanago Friesian Jakarta 11-14.

Tambahan 17 poin pada kuarter kedua tak cukup membuat Merpati Bali berbalik unggul. Dengan tambahan 15 poin, Tanago yang mengandalkan Christine Tjundawan menutup kuarter kedua dengan keunggulan 29-28.

Namun pada kuarter ketiga, Tjundawan yang jadi andalan Tanago mulai kehabisan bensin. Sebaliknya, Merpati Bali mulai menemukan bentuk permainan terbaik. Kadek Pratita Citta Dewi dan Dora Lovita mulai rajin mencetak angka.

Baca Juga  Kalahkan Persebaya, PSS Sleman Tembus Posisi Lima Klasemen Sementara Liga 1 2019

Ada 16 poin yang dicatatkan tim besutan Bambang Asdianto Pribadi. Sementara Tanago hanya menambahkan lima poin saja. Kuarter ketiga ditutup dengan keunggulan Merpati Bali 44-34.

Tanago berusaha bangkit pada kuarter empat. Namun tambahan sepuluh poin tak bisa mengubah keadaan. Merpati menambah 13 poin untuk mengakhiri pertandingan dengan keunggulan 57-44.

Sahabat Tembus Final

Sementara itu, perjuangan sama juga ditunjukkan Sahabat Semarang. Dalam tiga kuarter awal, Sahabat yang mengandalkan Yuni Anggraeni sebagai pendulang poin seolah unggul mudah. Kuarter ketiga ditutup dengan keunggulan cukup jauh 48-30.

Rotasi pada kuarter empat hampir saja berbuah blunder, dengan melakukan rotasi besar-besaran. GMC Cirebon tiba-tiba saja menjadi produktif dalam mendulang poin.

Untung saja tambahan 25 poin yang dicatatkan GMC bisa dibalas 13 poin. Sahabat pun mengakhiri babak semifinal dengan keunggulan 63-55.

Pelatih Merpati Bali, Bambang Asdianto Pribadi mengatakan, kedua tim punya peluang sama besar untuk menjadi juara. Dia melihat Sahabat sudah melakukan pekerjaan bagus dengan mengalahkan GMC.

Baca Juga  Dilatih Aji Santoso, Cristian Gonzales: Suasananya Enak dan Lebih Disiplin

“Kami harus awasi Yuni dan Dyah Lestari supaya mereka tidak bermain dengan leluasa,” ucap Bambang usai pertandingan.

Sementara itu, Pelatih Sahabat Semarang Xaverius Wiwid, menyebut menembus final sudah memenuhi target awal. Namun bukan berarti Sahabat sudah berpuas diri. Mereka ingin mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara.

“Target kami memang masuk final, tapi besok kami tetap akan berusaha menjadi juara,” tegas Wiwid.

Nofik Lukman Hakim