Menanti Kejutan Playoffs Srikandi Cup 2019

Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma (Merpati Bali) memegang bola, didampingi Nazhiira Iskandar (Tenaga Baru Pontianak bersama Sien Marthina dan Tiara Aulia Denaya (Tanago Friesian Jakarta) saat jumpa pers playoffs Srikandi Cup 2019. Foto : Nofik Lukman Hakim

Merpati Bali boleh saja unggul pada reguler season. Namun kejutan berpotensi terjadi pada fase playoffs Srikandi Cup 2019 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja, Selasa-Sabtu (22-27/4/2019).

Ada tujuh klub yang musim ini bertarung pada kompetisi basket putri Tanah Air. Pada reguler season, Merpati Bali memimpin klasemen berbekal 23 poin, hasil sebelas kali menang serta sekali kalah.

Capaian Merpati Bali hanya bisa didekati Sahabat Semarang dan Tanago Friesian Jakarta. Kedua tim ini mencatatkan 20 poin, hasil delapan kali menang serta empat kali kalah.

Namun kondisi reguler season dengan babak playoffs tentu berbeda. Bukan saja soal teknik dan strategi, mental bertanding membawa pengaruh besar. Melakukan satu kesalahan saja, bisa-bisa langkahnya terhenti di fase grup.

Pada babak playoffs ini, tujuh tim dibagi dalam dua grup berbeda. Merpati Bali berada di pool A bersama Sahabat Semarang serta Flaying Wheel Makassar. Sementara pool B ditempati Tanago Friesian Jakarta, Tenaga Baru Pontianak, Scorpion Jakarta serta GMC Cirebon.

Dua tim teratas masing-masing pool berhak melaju ke babak semifinal. Juara pool A melawan runner up grup B, serta runner up pool A melawan juara grup B.

“Semua tim tentu punya kans menjadi juara. Apalagi selama reguler season, semua klub sudah merasakan kekalahan. Playoffs ini pasti akan berjalan ketat, karena setiap game ibarat partai hidup mati yang sangat menentukan,” kata ketua koordinator Srikandi Cup, Deddy Setiawan dalam jumpa pers di Dixie Dining, Jogja, Minggu (21/4/2019).

Aksi Helena Tumbeleka menarik untuk dilihat. Musim lalu, sumbangan 150 poinnya gagal membawa Merpati Bali juara, setelah dikalahkan Surabaya Fever. Kini dalam sebelas laga reguler season, 75 poin sudah disumbangkannya.

Selain Helena, masih ada Agustin Retong yang mencatatkan 61 poin dan 44 assist dalam 12 game. Ada lagi Kadek Pratita Citta Dewi dengan sumbangsih 102 poin dan 29 assist, serta Ni Putu Eka Febiananda dengan 102 poin dan empat assist.

“Yang pasti di playoffs ini Merpati Bali akan perform lebih baik,” tegas Helena.

Selain roster Merpati Bali, setiap klub pun memiliki pemain andalan. Mulai Yuni Anggraeni dari Sahabat Semarang dengan catatan 15,5 poin per game. Christine Tjundawan dari Tanago Friesian dengan 15 poin per game. Serta Fanny Kalumata dari Tenaga Baru Pontianak dengan catatan 12,75 poin per game.

Sementara itu, pemilihan Jogja sebagai tuan rumah cukup menarik. Akan dihelat final kompetisi basket putri, setelah terakhir dilakukan empat tahun lalu saat bernama Womens National Basketball League (WNBL).

UII Yogyakarta kali ini jadi tuan rumah. Bagi UII, menjadi tuan rumah kompetisi profesional Tanah Air tentu sangat membanggakan. Langkah ini menjadi bukti kepedulian UII pada pengembangan bakat minat kreasi olahraga, utamanya basket.

“Universitas Islam Indonesia Jogjakarta sangat concern dengan pengembangan bakat minat olahraga dan semoga ini bisa menjadi pembelajaran motivasi dan inspirasi bagi teman-teman mahasiswa Jogja dan sekitarnya, utamanya bagi UII untuk mencontoh bagaimana menggelar event Nasional layaknya Srikandi Cup di kampus kami,” kata Beni Suratno perwakilan dari Universitas Islam Indonesia Jogjakarta.

Nofik Lukman Hakim