Regulasi Menentukan Klasemen Liga 2 2019

Persaingan ketat tersaji pada kompetisi Liga 2 2019. Tak ada lagi istilah tim unggulan. Kejutan bisa terjadi di setiap pertandingan.

PSIM Jogja menjadi bukti bahwa status unggulan bukan jaminan. Dengan materi yang super gemerlap, PSIM sudah mengalami tiga kekalahan dalam enam pertandingan.

Persik Kediri menjadi yang paling mengejutkan di grup timur. Berstatus tim promosi dan banyak mengorbitkan pemain Liga 3, Persik mengoleksi 12 poin, hasil tiga kali menang, tiga kali imbang dan sekali kalah.

Sementara dari grup barat, status unggulan tak memuluskan jalan Sriwijaya FC dan Persita Tangerang. Sriwijaya kini mengoleksi 13 poin dan berada di peringkat empat.

Lalu Persita dengan 12 poin ada di peringkat lima. Puncak klasemen malah dikuasai Persiraja Banda Aceh dengan 18 poin.

Ketatnya persaingan membuat jarak poin sangat berdekatan. Bahkan di grup timur, perolehan peringkat enam hingga sembilan sama-sama mengoleksi tujuh poin. Sementara di grup barat, peringkat sembilan hingga sebelas sama-sama empat poin.

Perdebatan selalu muncul dalam penentuan klasemen. Ada yang menang head to head, tapi di peringkat bawah. Ada pula yang kalah agresivitas gol malah di puncak.

Baca Juga  Hitung-hitung Laga Terakhir, Delapan Tim Berebut Keberuntungan

Kondisi ini lazim terjadi di belahan dunia manapun. Di Indonesia sendiri, sistem penentuan peringkat mengadopsi ketentuan federasi sepak bola Asia, AFC.

Ada beberapa runtutan penentuan klasemen jika poin sama. Regulasi ini berlaku di Liga 1 dan Liga 2.

1. Jumlah poin yang diperoleh klub

Tentu saja perolehan poin menjadi dasar utama penentuan klasemen. Tim yang sering menang akan berada di puncak, sementara tim yang paling jarang menang akan berada di bawah.

2. Apabila ada dua atau lebih klub memiliki jumlah poin yang sama, maka:

A. HEAD TO HEAD :

i. Jumlah poin yang lebih tinggi, dihitung dari pertandingan antara klub-klub yang poinnya sama.

ii. Jika masih sama, akan dilihat dari selisih gol dari hasil pertandingan diantara klub tersebut.

iii. Jika masih sama juga, opsi ketiga adalah gol memasukkan.

iv. Opsi terakhir adalah berapa banyak gol tandang yang tercipta.

B. SELISIH GOL
Selisih gol dari seluruh pertandingan yang sudah dimainkan klub.

C. JUMLAH GOL MEMASUKKAN
Dilihat dari berapa jumlah gol yang telah dicetak sebuah klub dari seluruh laga yang telah dimainkan.

Baca Juga  Hitung-hitung Laga Terakhir, Delapan Tim Berebut Keberuntungan

D. UNDIAN
Bila tiga komponen sudah digunakan, ternyata hasilnya masih sama, maka akan dilakukan undian yang ditentukan PT Liga Indonesia Baru.

Klasemen akan diupdate PT Liga Indonesia Baru melalui laman resminya, klik DISINI.

Setia Jaya